Samsung Klaim Tetap Agresif Kuasai Pasar RI Meski Cuan Turun

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 11:47 WIB
Samsung mengklaim akan tetap agresif kuasai pasar Indonesia walau pendapatan operasional pada kuartal empat 2019 menurun. Ilustrasi Samsung Galaxy. (samsung.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Samsung Indonesia mengklaim penurunan pendapatan operasional (operating profit) Samsung pada kuartal empat 2019 tidak akan mempengaruhi agresivitas Samsung untuk menguasai pasar di Indonesia. 

Product Marketing Manager Samsung Indonesia Irfan Rinaldi mengatakan peluncuran lini Galaxy A terbaru, yaitu Galaxy 71 dan 51 dijadikan ujung tombak Samsung untuk menguasai pasar ponsel pintar Indonesia. 

"Sejauh ini belum ada dampaknya ke Indonesia. Kita masih dalam tahap kejar growth di Indonesia," ujar Irfan saat peluncuran Galaxy A51 dan A71 Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Selasa (14/1). 


Irfan mengatakan pasar ponsel pintar, khususnya di segmen mid-end sangat menarik. Pasalnya pengguna di segmen-segmen ini sangat haus untuk memperoleh teknologi baru. Oleh karena itu, pabrikan ponsel terus mengeluarkan ponsel baru dengan teknologi kekinian pula. 


"Di segmen mid-end, orang-orang yang haus akan teknologi baru. Mereka sangat update dan ingin terus memperbarui perangkat mereka yang sekarang," ujar Irfan. 

Irfan mengatakan di sisi lain, Samsung menjelaskan cepatnya pembaruan ponsel Galaxy A50S ke A51 bukan bermaksud memaksa pengguna untuk mengganti ponsel. 

Menurutnya saat ini rata-rata pengguna  menggunakan ponsel selama 1,5 tahun. Oleh karena itu, Samsung justru menyasar orang - orang yang terakhir membeli ponsel 2018 ke belakang.

[Gambas:Video CNN] 

"Market bukan dipaksa beli tapi upgrade karena kebutuhan tingkatkan teknologi atau force major misalnya ponsel hilang ganti," kata Irfan. 

Sebelumnya, dilansir dari AFP, pendapatan operasi Samsung Electronics turun lebih dari sepertiga pada kuartal keempat.

Samsung diserang oleh serangkaian kesulitan pada 2019, dengan stok chip membengkak dan harga yang turun drastis. 

Di sisi lain, pasar ponsel pintar juga pasar smartphone premium juga telah berkembang sangat kompetitif. Di sisi lain,  pembeli juga saat ini tak terburu-buru mengganti ponsel lamanya ke ponsel yang lebih baru.

(jnp/DAL)