BPPT: Modifikasi Cuaca Tak Picu Hujan Asam

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 12:53 WIB
BPPT: Modifikasi Cuaca Tak Picu Hujan Asam Ilustrasi hujan buatan. (Istockphoto/Yury Karamanenko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membantah rekayasa cuaca dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) bisa mengakibatkan hujan asam.

Sebelumnya Pakar lingkungan hidup Tarsoen Waryono mengatakan TMC berpotensi menyebabkan hujan asam hingga mengganggu siklus hidrologi atau air.

"Untuk hujan asam tentu tidak ya. Polutan dari asap kendaraan dan asap pabrik bisa mengakibatkan hujan asam. Tapi dari bahan semai [garam] NaCl tidak mengakibatkan hujan asam," ujar Kepala Balai Besar TMC BPPT, Tri Handoko Seto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).

Tri mengatakan pihaknya juga telah melakukan uji coba untuk mengukur dampak TMC. Ia mengklaim TMC tak memberikan dampak signifikan pada kualitas air.


"Kami sudah beberapa kali melakukan pengukuran sampel pada kegiatan TMC. Tidak ada perubahan yang signifikan pada kualitas air  sebelum, selama, dan setelah TMC," kata Tri.

Dihubungi terpisah, Kepala BPPT Hammam Riza menyebut TMC tidak mengakibatkan dampak negatif perubahan iklim. Sebab TMC beroperasi dalam skala mikro bukan makro.

[Gambas:Video CNN]

Artinya TMC dilakukan untuk melakukan pencegahan banjir dengan cara mencegat dan memaksa awan untuk hujan sebelum tiba di lokasi yang diprediksi mengakibatkan banjir.

"TMC tidak mengakibatkan dampak negatif perubahan iklim. TMC bekerja secara mikro pada sistem awan di sebuah wilayah," kata Hammam.

Tri menjelaskan TMC juga tidak dilakukan secara terus-terusan. TMC dilakukan dengan perhitungan untuk mengurangi curah hujan penyebab banjir.

Tri mengatakan intensitas operasi TMC dilakukan berdasarkan tingkat ancaman banjir. Semakin tinggi potensi banjir, semakin banyak pula operasi TMC yang dilakukan.

"Ketika ancaman banjirnya kuat maka TMC dilakukan dengan empat sortie (empat kali pengiriman misi) penerbangan. Jika ancaman tidak ada, maka tidak ada penerbangan. Tanggal 13 dan 14 Januari kami tidak melakukan operasi TMC karena tidak adanya ancaman banjir," kata Tri.

Operasi TMC, kata Tri, tidak mampu menghilangkan hujan. TMC mengantisipasi hujan lebat dengan cara mencegat awan-awan yang bergerak menuju ke Jabodetabek.

Tim TMC mendatangi awan-awan tersebut saat berada di atas wilayah perairan. Untuk penanganan banjir di Jabodetabek, tim TMC biasa mencegat awan di wilayah Selat Sunda dan Laut Jawa,

Kemudian tim TMC akan menyemai awan agar hujan bisa turun di daerah perairan.

"Operasi TMC dilaksanakan ketika awan-awan yang tumbuh di selat Sunda dan Laut Jawa diperkirakan akan mengakibatkan genangan atau banjir di Jakarta. Jika diyakini aman maka operasi tidak dilakukan," ujar Tri. (jnp/eks)