BPPT Akui Kecolongan Antisipasi Hujan Ekstrem Jabodetabek

CNN Indonesia | Jumat, 03/01/2020 19:30 WIB
BPPT Akui Kecolongan Antisipasi Hujan Ekstrem Jabodetabek Banjir dan hujan ekstrem di Jakarta. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengaku tak menduga curah hujan yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020 termasuk kategori ekstrem atau di atas 150 milimeter per hari.

Sebab menurut Kepala BPPT Hammam Riza, pihaknya mengikuti prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan bahwa curah hujan tinggi akan terjadi tanggal 5 sampai 7 Januari 2020 di wilayah Jabodetabek.

"Memang kita tidak menduga bahwa akan seperti ini [hujan lebat dan banjir], walaupun BMKG sudah memberikan peringatan dini terhadap cuaca ekstrem," tuturnya kepada awak media usai konferensi pers di kantor BPPT, Jakarta, Jumat (3/1).


"Mungkin kita sudah punya prakiraan tapi antisipasinya kurang," sambung Hammam.


Hammam pun menilai curah hujan ekstrem yang terjadi mulai tanggal 31 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020 terjadi karena berbagai faktor.

Selain itu menurut BPPT, banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Jabodetabek tak hanya disebabkan oleh curah hujan melainkan tanggul jebol dan bendungan pintu Katulampa.

"Mungkin ini terjadi multi faktor [banjir], ada yang karena hujan lebat, ada juga karena tanggulnya jebol sehingga terjadi banjir. Jadi, bukan hanya karena bendungan pintu Katulampa saja," pungkas Hammam.

[Gambas:Video CNN]

Demi mencegah banjir susulan, BPPT memindahkan hujan ke Laut Jawa dan Selat Sunda melalui proses cloud seeding atau penyemaian awan. Proses cloud seeding dilakukan dengan menabur garam yang mengandung natrium klorida (NaCl). Proses penyemaian itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Pengangkutan garam sendiri dilakukan BPPT bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara, menggunakan pesawat jenis CASA 212-200 dengan nomor registrasi A-2105 dari Skadron udara 4 Abdurrachman Saleh Malang mengangkut 800 kilogram garam.

Selain itu, TNI AU mengerahkan pesawat CN-295 dengan nomor registrasi A-2901 Skadron Udara 2 Halim Perdana Kusuma Jakarta. Pesawat ini mengangkut 2,4 ton garam. 

BPPT mengklaim proses cloud seeding dapat mengurangi curah hujan sebesar 30 persen hingga 40 persen.

(din/DAL)