Jerman Gerebek Fasilitas Mitsubishi Terkait Dieselgate

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 01:53 WIB
Jerman Gerebek Fasilitas Mitsubishi Terkait Dieselgate Ilustrasi Mitsubishi. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa penuntut di Frankfurt, Jerman menggerebek 10 tempat usaha terkait penyelidikan skandal emisi mesin diesel yang melibatkan Mitsubishi.

Jaksa mengatakan membuka investigasi penipuan terhadap karyawan senior di 'grup mobil internasional'. dua penyuplai mobil internasional, dan dealer mobil. Investigasi fokus pada kendaraan diesel Mitsubishi dengan mesin 1.600 cc dan 2.200 cc yang telah diberi rating Euro 5 dan Euro 6 tergantung kesesuaian pada standar emisi yang berlaku.


"Ada kecurigaan mesin itu dilengkapi yang disebut 'shutdown device' yang membuatnya terlihat kurang berpolusi di tes laboratorium daripada sebenarnya di jalanan," kata pernyataan jaksa.


Juru bicara Mitsubishi di Jepang mengonfirmasi penggerebekan pada distributornya di Jerman dan juga pada fasilitas riset dan pengembangan Eropa yang berada di Jerman.

"Mitsubishi Motors akan tentu saja bekerja sama dan berkontribusi pada investigasi ini," kata juru bicara itu kepada AFP.

Secara terpisah, produsen suku cadang mobil Denso juga mengonfirmasi fasilitas mereka telah didatangi otoritas Jerman.

"Kami akan bekerja sama sebagai saksi," ucap juru bicara kepada AFP.


Produsen suku cadang mobil lainnya, Continental, juga mengonfirmasi kepada AFP bahwa tiga lokasi fasilitasnya dikunjungi terkait penyelidikan.

Penyelidikan pada Mitsubishi merupakan babak baru skandal emisi mesin diesel atau dikenal dieselgate yang sudah terkuak pada kasus grup Volkswagen pada 2015. Volkswagen mengakui menggunakan perangkat lunak khusus pada 11 juta kendaraan di seluruh dunia untuk mengakali emisi gas buang saat tes laboratorium.

Setelah keluar laboratorium, mobil-mobil diesel Volkswagen dapat menghasilkan emisi nitrogen oksida 40 kali lebih tinggi dari batas.

Mitsubishi punya sejarah curang pada pemerintah Jepang terkait laporan hasil konsumsi bahan bakar. Kecurangan ini, yang diakui pada 2016, sudah dilakukan selama 25 tahun, agar mobil-mobil mereka terlihat efisien. (AFP/fea)