Cetak Startup Hectocorn, Parekraf Singgung Undang Uang Asing

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 15:10 WIB
Cetak Startup Hectocorn, Parekraf Singgung Undang Uang Asing Deputi Akses Permodalan Kemenparekraf Fadjar Hutomo. (CNN Indonesia/Dini Nur Asih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengatakan pihaknya melihat ada potensi untuk mencetak perusahaan rintisan (startup) asal Indonesia yang akan mendapat status hectocorn.

Namun, menurut Deputi Akses Permodalan Kemenparekraf Fadjar Hutomo, untuk mencapai hectacorn itu perlu pembinaan yang baik.

"Kita punya potensi [untuk cetak startup hectocorn, tapi kita harus mulai dari perjalanan paling pendeknya seperti pembinaan. Kita harus punya cita-cita yang tinggi, daripada tidak punya cita-cita," kata Fadjar usai acara Digitaraya Impact 2020 di Jakarta, Kamis (23/1).


Hal itu ia sampaikan merespon pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate usai dilantik menggantikan Rudiantara sebagai Menkominfo yang baru pada Oktober 2019.


Johhny mengatakan dirinya optimis Indonesia berambisi bakal melahirkan startup berstatus hectocorn di era kepemimpinannya. Ia pun menyebut bakal ada lebih banyak startup unicorn tumbuh nantinya.

"Mampu menghasilkan lebih banyak unicorn lebih banyak decacorn dan kalo bisa kita punya startup dengan skala US$100 miliar," kata dia.

Fadjar pun mencontohkan salah satu startup besutan Tanah Air seperti Gojek yang sudah mendapat status decacorn. Dia melihat ada potensi perusahaan ride-hailing itu akan terus berkembang dan makin dilirik para investor.

[Gambas:Video CNN]

"Sederhana saja, kalau kita punya potensi, uang-uang asing [pendanaan dari investor asing] akan masuk ke sini [startup Indonesia]. Ngapain mereka repot-repot investasi ke Gojek? Karena mereka melihat ada potensi itu," pungkas Fadjar.

Istilah decacorn sendiri ditujukan bagi perusahaan teknologi dengan valuasi senilai US$ 10 miliar, sementara unicorn ditujukan bagi startup dengan valuasi US$1 miliar. 

Hasil riset versi Hurun Global Unicorn List 2019, saat ini satu-satunya perusahaan yang sudah menyandang predikat hectocorn adalah Ant Financial. Ant Financial adalah induk perusahaan layanan pembayaran Alipay yang juga masuk ke Alibaba Group. Ant Financial sudah memiliki valuasi US$ 150 miliar.

Nilai valuasi yang diperoleh Ant Financial lebih banyak dari seluruh pendapatan perusahaan teknologi finansial (fintech) di Eropa dan Amerika Serikat. Alipay sendiri telah digunakan lebih dari 1 miliar pengguna aktif harian di seluruh dunia. Hal ini pula yang menjadikannya aplikasi fintech yang paling banyak digunakan.

(din/DAL)