Bikin Mumi 3.000 Tahun Bersuara, Etika Ilmuwan Dipertanyakan

din, CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 13:07 WIB
Bikin Mumi 3.000 Tahun Bersuara, Etika Ilmuwan Dipertanyakan Ilustrasi. Etika ilmuwan yang lakukan percobaan untuk membuat mumi berusia 3.000 tahun bersuara dipertanyakan(Khaled DESOUKI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pihak mempertanyakan masalah kepatutan dari percobaan untuk membuat mumi berusia 3.000 tahun kembali bersuara. Masalah etika menjadi pertanyaan bagi para ilmuwan dari Universitas London yang berhasil merekonstruksi suara mumi g.

Sebenarnya, suara yang dihasilkan dari mumi ini bukanlah suara sebenarnya. Dilansir Independent, ilmuwan bergantung dengan sejumlah teknologi untuk kembali menghidupkan suara mumi itu.

Mereka membuat ulang saluran vokal mumi itu menggunakan pemindai medis, printer 3D, untuk membuat laring elektronik. Tiga langkah ini membuat mereka bisa menirukan suara dari mumi tersebut.

Kritik masalah etika muncul karena belum ada kajian lebih dalam terkait ilmu Egiptologi. Ini adalah istilah untuk ilmu yang mempelajari kajian sejarah, bahasa, sastra, agama, arsitektur dan seni rupa Mesir kuno dari abad ke-5 M.


Dilansir Hyper Allergic, teknologi CT scan dinilai hanya menjadi alat ukur untuk dieksploitasi oleh para ahli Mesir kuno. Selain itu, keberhasilan sejumlah ilmuwan Inggris itu dianggap "mengganggu" dan kajian mereka dinilai tak berdasar.

Di Twitter, sejumlah pengguna juga mengkritisi kalau menghidupkan kembali suara mumi yang sudah mati telah melanggar batas etika. Menanggapi keberatan ini pihak museum menunjukkan soal batasan etika dalam percobaan itu.

[Gambas:Video CNN]

Menurut mereka studi yang mereka lakukan terhadap mumi Nesyamun lebih banyak memberikan keuntungan ilmu pengetahuan dan teknik yang mereka lakukan tidak menyebabkan kerusakan.

Tak hanya dianggap melanggar etika, para ahli sejarah dari Amerika pun menyinggung menghubungkan berlakunya Undang-undang Perlindungan dan Pemulihan Makam Penduduk Asli Amerika (NAGPRA) tahun 1990.

Aturan yang ditetapkan di negara Paman Sam itu berisi, pihak museum dan lembaga lainnya telah bekerjasama dengan suku-suku asli Amerika untuk memperlakukan sisa-sisa leluhur mereka yang telah meninggal dengan lebih hormat.


Sebelumnya, sejumlah ilmuwan dari Universitas of London berhasil membuat mumi Nesyamun berusia 3.000 tahun kembali bersuara. Sebelumnya, Nesyamun sendiri pada semasa hidupnya adalah seorang pendeta saat masa pemerintahan Firaun Ramses XI.

Nesyamun dikenal sebagai seorang pendeta Mesir yang suka bernyanyi. Mumi Nesyamun mengeluarkan suara "ah" dan "eh" dan dua kata yaitu "bad" (buruk) dan "bed" (tempat tidur). (eks/eks)