Anak Buah Basuki Respons Pembuatan RS Virus Corona 10 Hari

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 16:59 WIB
Rumah Sakit yang bakal diberi nama Wuhan Huoshenshan di China itu akan menampung seluruh pasien yang terpapar virus Corona. Proses pembangunan rumah sakit khusus pasien virus Corona di Distrik Caidian, barat Kota Wuhan. (Foto: STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China telah memulai pembangunan rumah sakit khusus pasien virus Corona di Distrik Caidian, barat Kota Wuhan. RS yang bakal diberi nama Wuhan Huoshenshan dan diisi dengan 1.000 tempat tidur itu ditargetkan selesai dalam waktu 10 hari atau 3 Februari 2020.

Melansir Guardian, pemerintah China menggunakan bahan pre-fabrikasi untuk mempercepat proyek ambisiusnya. Sekitar 35 alat berat untuk mengeruk tanah dan 10 buldoser juga telah beroperasi di lokasi yang memiliki luas 25 ribu meter persegi sejak Kamis (23/1).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar (PSPPOP) Ditjen Cipta Karya KemenPUPR Iwan Suprijanto menilai proyek RS ambisius China bukan hal yang tidak mungkin terealisasi.


Pasalnya, dia mendengar bahan material yang digunakan untuk membangun RS tersebut adalah pre-fabrikasi dan melibatkan ribuan pekerja.


Pengerahan banyak alat berat untuk mengangkut dan menggeser komponen bangunan juga semakin membuat proses pembangunan semakin cepat.

"Pre-fabrikasi itu sebenarnya material knockdown. Jadi kayak main lego saja ya relatif logikanya bisa," ujar Iwan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/1).

Meski bisa dibangun, Iwan memprediksi RS tersebut tidak bertingkat. Fungsinya, kata dia, juga diprediksi tidak sesuai dengan standar RS pada umumnya.

Sebab, dia berkata tidak melihat ada pengerjaan pondasi khusus yang dilakukan oleh pekerja di atas lahan yang yang hendak dibangun RS, misalnya bore pile atau tiang pancang.

"Struktur bangunannya ini pasti struktur ringan yang tidak diperlukan pondasi khusus. mungkin sloof yang sekaligus bertindak sebagai pondasi," ujarnya.


Adapun dinding RS, dia juga memprediksi dari komponen ringan seperti panel beton ringan yang tinggal dirakit. Lebih lanjut, dia berkata RS tersebut lebih kepada ruang perawatan bagi pasien virus Corona yang jumlahnya sangat banyak.

"Jadi lebih kepada bangsal-bangsal atau kamar barak," ujarnya.

Di sisi lain, Iwan mengaku Indonesia belum pernah membuat proyek secepat China. Namun, dia berkata Indonesia pernah membuat RS sementara di Lombok dalam waktu satu bulan. Selain barak, RS sementara itu memiliki fasilitas operasi dan instalasi listrik.

Iwan menyampaikan RS sementara buatan PUPR diklaim dapat bertahan selama lima tahun. Bahkan, dia mengklaim bisa lebih karena bahan yang digunakan semi fabrikasi.

"Jadi pakai baja ringan," ujar Iwan.

Lebih dari itu, Iwan menjelaskan prefabrikasi adalah komponen bangunan yang tinggal dirakit karena sudah dibuat dan diproduksi. Sementara komponen konvensional, seperti beton membutuhkan waktu untuk digunakan.


Sebelumnya, China State Construction Engineering, salah satu perusahaan yang membangun rumah sakit tersebut mengatakan 100 pekerja telah dikerahkan pada tahap awal pembangunan sehari setelah alat berat beroperasi.

Pembangunan RS khusus pasien virus Corona di Wuhan dimulai ketika muncul laporan kekurangan tempat tidur di rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani virus yang telah menginfeksi ratusan orang di seluruh China dan menewaskan puluhan orang.


RS di Wuhan juga dilaporkan kehabisan peralatan mendiagnosis pasien dengan gejala demam. Setidaknya delapan rumah sakit di Wuhan mengajak publik untuk memberi sumbangan masker, googles, jubah, dan peralatan medis pelindung lainnya.

Proyek ambisius China membangun RS dalam waktu singkat bukan hal baru. Tahun 2003, China yang tengah dilanda virus SARS mengerahkan 7 ribu pekerja untuk membangun RS Xiaotangshan yang khusus menangani pasien SARS selama satu minggu.

Sama seperti Wuhan Huoshenshan, RS Xiaotangshan yang berlokasi di Beijing itu menggunakan bahan pre-fabrikasi.

RS khusus pasien SARS itu menampilkan unit isolasi dalam deretan kabin kecil. Dalam waktu dua bulan, isolasi itu berhasil mengobati semua pasien SARS di negara itu. Fasilitas itu pun ditutup kurang dari dua bulan setelah China dinyatakan menang melawan SARS.

[Gambas:Video CNN]

Melansir Business Insider, para dokter di Wuhan mengatakan bahwa orang-orang yang mencari perawatan medis telah menunggu selama berjam-jam untuk mendapat perawatan medis. selain keterbatasan alat medis pelindung, penanganan medis semakin sulit ketika sejumlah dokter tidak bekerja karena takut tertular.

Saat ini pasien yang terjangkit virus Corona sedang dirawat di rumah sakit dan klinik demam di seluruh kota Wuhan. Rekaman video memperlihatkan orang-orang di lorong-lorong kecil menunggu perawatan.

Virus Cornona saat ini telah menyebar ke delapan negara, yakni AS, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Singapura, Vietnam, dan Arab Saudi.

Delapan negara itu kini telah mengkarantina orang yang terinfeksi dan memantau mereka yang telah melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi virus Corona.

Negara-negara di seluruh dunia juga menyaring penumpang di bandara untuk mencegah masuknya virus Corona.



(jps/DAL)