Air di Mars Disebut Punya Kemiripan dengan Air Laut Bumi

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 10:18 WIB
Air di Mars Disebut Punya Kemiripan dengan Air Laut Bumi Ilustrasi air di Mars. (Foto: Space via NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mars dikabarkan bukan hanya merupakan planet yang gersang dan dingin. Miliaran tahun silam, Mars diketahui memiliki aliran air hingga danau.

Melansir IFL Science, penelitian Nature Communication menunjukkan bahwa air di Mars memiliki salinitas lebih rendah dari lautan di Bumi. Namun, salinitas air tersebut lebih tinggi dari air tawar di Bumi.

Air di Mars juga dikabarkan memiliki tingkat pH netral mirip dengan air laut dan mengandung banyak mineral.


Dalam penelitian itu, tim menggunakan sampel sedimen yang dikumpulkan oleh robot penjelajah NASA Curiosity dari Yellowknife Bay, Mars. Robot penjelajah itu kerap mempelajari sampel lempung di Kawah Gale Mars yang diyakini pernah menjadi danau kuno.

Sejak kedatangan Curiosity di Mars, para peneliti telah mendapatkan wawasan tentang seperti apa planet Mars pada miliaran tahun yang lalu.

Banyak pendekatan telah dilakukan untuk merekonstruksi bagaimana komposisi air Mars berubah selama ribuan tahun.

Tim dari Tokyo Institute of Technology misalnya, memutuskan untuk mencoba cara yang berbeda dengan melihat sifat-sifat air terperangkap dalam pori-pori di dalam tanah dan batuan Mars.

Apa yang bisa diperoleh oleh endapan Yellowknife Bay adalah representasi dari air terakhir di Mars, yang oleh peneliti disebut sebagai "peristiwa pembasahan terakhir".

Air laut Mars pada saat itu disebut diperkaya dengan garam dan mineral. Sehingga kedua elemen itu tetap ada meski air laut menghilang perlahan dari Mars.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, penelitian juga memperkirakan bahwa Kawah Gale adalah sebuah danau dengan sungai yang airnya menghilang melalui penguapan.

Kehadiran mineral dan danau yang tahan lama itu pun menunjukkan bahwa Mars tidak hanya dapat menampung kehidupan tetapi juga cocok untuk kelahirannya.

Investigasi di masa depan yang akan dilakukan NASA's Mars 2020 Rover bersama ESA-Roscosmos ExoMars, dan Rosalind Franklin juga diharapkan akan memberikan wawasan baru tentang tanah dan memberikan ide yang lebih global tentang komposisi air di seluruh Mars.

Melansir Science Dialy, Mars menjadi planet yang paling mungkin untuk dijadikan tempat tinggal di masa depan meski masih saat ini masih sulit untuk dibuktikan.

Pilihan Mars menjadi tempat tinggal salah satunya karena jaraknya lebih dengan dengan bumi dari pada Saturnurs dan Jupiter yang juga dianggap memiliki potensi.

Alasan lain Mars berpotensi untuk kehidupan adalah lebih mudah diamati karena tidak memiliki atmosfer tebal seperti Venus. Terdapat bukti bahwa suhu permukaan dan tenanan di Mars berada di sekitar titik cair yang dianggap penting bagi kehidupan.

Lebih jauh lagi, ada bukti di permukaan Mars terdapat air yang mengalir pada miliaran tahun yang lalu. (jps/mik)