Peneliti Sebut Ada Keanehan pada Kadar Oksigen di Mars

CNN, CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 14:14 WIB
Peneliti Sebut Ada Keanehan pada Kadar Oksigen di Mars Kadar oksigen di Mars kerap bertambah drastis pada musim tertentu (Space via NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Oksigen di permukaan Mars memiliki keanehan. Pasalnya pasokan oksigen di planet merah ini bisa tiba-tiba bertambah dengan drastis dan menciut setelahnya. Masih belum diketahui dengan pasti bagaimana oksigen bisa diproduksi di planet tandus ini.

Keanehan ini ditemukan lewat data spektrometer laser yang dikumpulkan di SAM (Sample Analysis at Mars). SAM telah mengumpulkan dan mengendus atmosfer Mars selama enam tahun untuk menguak komposisi atmosfer planet itu.

Seperti Bumi, Mars juga memiliki musim. SAM berdiam di wilayah Mars dengan empat musim dalam setahun. Pada musim semi dan panas, ternyata kadar oksigen di atmosfer Mars melonjak hingga 30 persen. Namun, kadar oksigen ini kembali ke komposisi normal sebanyak 0,16 persen di musim gugur. Lonjakan yang luar biasa besar.

Perilaku oksigen yang aneh di Mars ini tidak dapat dijelaskan dengan proses kimia apapun. Isu berkembang kalau oksigen itu dibuat oleh sesuatu di Mars, lalu diambil kembali.

"Fakta bahwa perilaku oksigen tidak dapat diulang dengan sempurna setiap musim membuat kami berpikir bahwa itu bukan masalah yang berkaitan dengan dinamika atmosfer. Itu bersumber dari bahan kimia dan sumber yang belum bisa kita pertanggungjawabkan," tutup Melissa Trainer, peneliti sekaligus penulis dari jurnal yang dirilis Journal of Geophysical Research: Planets, seperti dilansir dari laman resmi NASA, Selasa (12/11).

Selain temuan kadar oksigen yang aneh ini, Curiousity juga menemukan kadar metana yang tinggi di Mars. Metana merupakan gas yang menjadi salah satu tanda kehidupan. Namun interaksi antara batu dan air juga bisa menciptakan metana dan saat ini masih belum bisa diketahui sumbernya.

[Gambas:Video CNN]

"Dengan pengukuran kami saat ini, kami tidak tahu apakah sumber metana adalah biologi atau geologi, atau bahkan kuno atau modern," kata Kepala Investigasi SAM Paul Mahaffy dari Goddard Spaceflight Center NASA, seperti dikutip CNN.


Hasil analisis SAM yang telah berlangsung 6 tahun lamanya ini menemukan bahwa atmosfer Mars mengandung 95 persen karbon dioksida, 2,6 persen nitrogen, 1,9 persen argon, 0,16 persen oksigen, dan 0,06 karbon monoksida.


(eks)