Produksi Iphone Terganggu Akibat Virus Corona di China

CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 20:38 WIB
Produksi Iphone Terganggu Akibat Virus Corona di China Ilustrasi iPhone. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produksi iPhone terganggu akibat virus Corona yang terjadi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Hal itu terjadi lantaran hampir seluruh iPhone yang didistribusikan di seluruh dunia dibuat oleh Hon Hai Precision Industry Co., Ltd atau Foxconn yang berada di Kota Zhengzhou, China.

Zhengzhou yang disebut sebagai Kota iPhone itu berjarak sekitar 500 kilometer dari Kota Wuhan, pusat penyebaran virus Corona yang telah merenggut lebih dari 100 korban jiwa.

Melansir Bloomberg, banyak karyawan Foxconn yang hingga kini masih belum bekerja usai liburan Tahun Baru China. Perusahaan disebut belum memberi pengumuman kepada pekerja agar tinggal lebih lama untuk mencegah penyebaran virus.


Di tengah kondisi itu, otoritas Cina telah memberlakukan pembatasan perjalanan dan mengambil langkah mengkarantina seluruh penduduk di kota Wuhan yang mencapai 11 juta jiwa.


Apple diketahui memiliki sekitar 10 ribu karyawan di Cina yang tersebar di seluruh entitas ritel dan perusahaan. Sedangkan pekerja yang memproduksi iPad, iPhone, dan Apple Watch mencapai jutaan orang.

"Gangguan rantai pasokan adalah kekhawatiran jika karyawan di seluruh Foxconn dan hub manufaktur komponen lainnya di China dibatasi," kata analis Dan Ives dari Wedbush Securities Inc.

"Jika wabah China menjadi lebih menyebar, itu dapat berdampak negatif pada rantai pasokan dan membuat investor utama khawatir," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Foxconn sejauh ini tengah memantau situasi dan mengikuti semua instruksi kesehatan yang direkomendasikan oleh pemerintah China. Meski demikian, mereka memastikan tetap melaksanakan kegiatan produksinya.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa kami memiliki langkah-langkah untuk memastikan bahwa kami dapat terus memenuhi semua kewajiban manufaktur global," ucal juru bicara Apple.

Apple sejatinya tidak memiliki toko di Wuhan. Namun, perusahaan yang dirintis Steve Jobs itu memiliki lusinan ritel di seluruh daratan Cina.


Dalam lama ritel resminya, Apple belum mengumumkan penutupan gerai penjualannya di China. Akan tetapi, Apple telah mengurangi jam operasionalnya di beberapa toko di China hingga 7 Februari. Tindakan itu diduga karena pemerintah Cina memperpanjang liburan guna mengendalikan virus.

Melansir CNET, CEO Apple Tim Cook mengaku produksi dan sejumlah toko Apple di China terganggu akibat virus Corona. Dia menuturkan pihaknya tengah merencanakan mitigasi untuk mengurangi kerugaian akibat situasi tersebut.

"Kami masih mengumpulkan banyak data dan memantaunya dengan sangat cermat," kata Cook.

Apple pun memprediksi dampak lalu lintas pemasok dan ritel yang terganggu akibat virus Corona sekitar US$63-67 miliar. Perkiraan itu lebih tinggi dari analis yang memperkirakan sebesar US$62,4 miliar.

(jps/DAL)