Apple Tutup Sementara Toko di China Hingga 9 Februari

CNN Indonesia | Sabtu, 01/02/2020 21:32 WIB
Apple Tutup Sementara Toko di China Hingga 9 Februari Apple menutup sementara kantor dan tokonya di China karena wabah virus corona. (dangquocbuu/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi terkemuka Amerika, Apple Inc memutuskan untuk menutup sementara kantor dan toko di China hingga 9 Februari 2020. Kebijakan itu menyusul merebaknya virus corona di Negeri Tirai Bambu.

"Pikiran kami bersama orang-orang yang terkena dampak langsung virus corona. Berdasarkan saran terbaru dari pakar kesehatan, kami menutup semua kantor dan toko kami di daratan China hingga 9 Februari," kata Juru Bicara Apple dikutip CNBC, Sabtu (1/2).

Kendati demikian, toko online Apple akan tetap buka. Perusahaan mengatakan pihaknya terus memantau situasi dan akan segera membuka kembali kantor dan tokonya.


Selain itu, seperti dilansir The Verge, pabrik manufaktur Apple di China diketahui masih tetap berjalan seperti biasa.

China merupakan salah satu pasar utama produk Apple. Sepanjang 2019, perusahaan telah mengirim sebanyak 3,2 juta perangkat iPhone ke negara Tirai Bambu itu.

Angka ini naik dibanding 2018 di mana Apple hanya mendistribusikan 2,7 juta unit iPhone.

Selain Apple, produsen mobil terbesar asal Korea Selatan yakni Hyundai Motor untuk sementara menangguhkan produksi mobil SUV Palisade karena wabah virus corona yang merebak dari Wuhan, China.

Penangguhan itu dilakukan karena perusahaan kekurangan pasokan salah satunya material untuk sistem kabel listrik kendaraan.

"Kami telah menangguhkan jam lembur yang telah dijadwalkan pada hari Sabtu dan Minggu utuk memproduksi kendaraan SUV Palisade kami," kata Juru Bicara Hyundai Motor Jin Cha.

[Gambas:Video CNN]
Penyebaran virus corona membuat sejumlah toko dan pabrik di China mesti ditutup. Selain itu, sejumlah maskapai penerbangan di beberapa negara telah membatalkan penerbangan mereka ke China.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun telah mendeklarasikan wabah virus corona novel kini berstatus gawat darurat. (din/sfr)