Twitter Diretas, Ada Upaya Akses Nomor HP Pengguna Akun

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Selasa, 04/02/2020 20:50 WIB
Twitter Diretas, Ada Upaya Akses Nomor HP Pengguna Akun Twitter mengumumkan ada upaya peretasan yang mencoba mengakses nomor telepon akun pengguna. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Twitter mengumumkan ada upaya peretasan yang mencoba mengakses nomor telepon pengguna akun.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di blog-nya, Twitter mengatakan telah mengidentifikasi terdapat permintaan yang tinggi untuk menggunakan fitur kontak yang berasal dari alamat IP di Iran, Israel dan Malaysia.

Twitter menuding para penyerang dari Iran tampaknya memiliki akses tidak terbatas ke Twitter, meskipun Twitter dilarang di Iran.


Pelanggaran ini terungkap setelah seorang peneliti keamanan menemukan kelemahan dalam fitur unggahan kontak di aplikasi Twitter

Melansir News Sky, Twitter menolak untuk menyampaikan berapa banyak nomor telepon pengguna yang telah diretas. Sebab, Twitter mengaku tidak dapat mengidentifikasi semua akun yang mungkin terkena dampak dari tindakan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di blog privasinya, Twitter mengatakan telah mengidentifikasi "volume permintaan yang tinggi" untuk menggunakan fitur yang berasal dari alamat IP di Iran, Israel, dan Malaysia.

Twitter mencurigai ada kemungkinan koneksi dengan aktor yang didukung negara karena para penyerang di Iran memiliki akses tidak terbatas ke Twitter.

Menurut sebuah artikel pada Desember, seorang peneliti keamanan, Ibrahim Balic telah berhasil menemukan ada bug pada aplikasi Twitter di Android yang berpotensi diretas, dan 'memungkinkan' 17 juta nomor telepon akun pengguna Twitter tertentu untuk dieksploitasi dalam fitur kontak.

Fungsi fitur kontak ini memungkinkan orang dengan nomor telepon dapat terhubung dengan Twitter.

Melansir Love Sport Radio, Twitter mengklaim telah mengubah fitur tersebut sehingga tidak lagi mengungkapkan nama akun tertentu sebagai tanggapan atas permintaan.

Sebagai langkah antisipasi Twitter telah menangguhkan semua akun yang diyakini telah menyalahgunakan fitur tersebut. Twitter sendiri menolak berkomentar berapa banyak nomor telepon pengguna yang telah diakses dalam kasus peretasan ini.

Percobaan peretasan akun Twitter ini sebenarnya bukan kasus baru. Akun Twitter milik Jack Dorsey pernah menjadi korban peretasan pada Sabtu (31/8).

Akun pribadi milik CEO dan pendiri Twitter tersebut diretas sehingga mengeluarkan cuitan pesan bernada kasar.

[Gambas:Video CNN]

Dorsey yang merupakan pemilik akun @jack tiba-tiba mencuitkan kata-kata rasis dan menyatakan keberadaan sebuah bom. Cuitan tersebut diunggah peretas pukul 8.00 malam waktu Inggris kemudian dihapus.

Peretasan akun media sosial dapat dilakukan dengan cara SIM Card Swap, yakni praktik yang dilakukan peretas dengan meyakinkan karyawan operator seluler untuk mengganti nomor telepon ke perangkat miliknya. Hal tersebut diduga yang dialami oleh Dorsey. (jps/mik)