Melansir website resmi Boeing, EA-18G Growlers merupakan satu-satunya pesawat yang memiliki kemampuan serangan udara elektronik (AEA). Sebagai varian dari Super Hornet F / A-18F, Growler menyediakan pengacau taktis dan perlindungan elektronik bagi penggunanya, yakni militer AS dan Australia.
Growler EA-18G yang dibangun oleh Boeing dan Northrop Grumman diklaim dapat memberikan data intelijen, pengawasan, dan pengintaian secara elektronik (ISR) yang penting ke pesawat terbang lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Naval Technology, Growler EA-18G ditenagai oleh dua mesin turbofan afterburning F414-GE-400 yang dipasok oleh General Electric. Jet tempur yang mampu terbang di ketinggian maksimal 44 ribu kaki itu dikendalikan oleh satu pilot dan satu Weapon Systems Officer.
[Gambas:Video CNN]
Tak hanya dari segi teknologi, Growler EA-18G juga dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara jarak menengah AIM-120 AMRAAM dan rudal antiradiasi kecepatan tinggi AGM-88 HARM.
Melansir Aircraft Compare, Growler EA-18G mampu terbang dengan kecepatan 1.034 knot. Pesawat itu membutuhkan jarak sejauh 823 meter untuk lepas landas dan 640 meter untuk mendarat.
Harga satu unit Growler EA-18G diperkirakan sebesar US$68,2 juta atau Rp933,8 miliar dengan kurs Rp13.692 per dollar.