Virus Corona Bayangi Pameran Otomotif di India

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 21:12 WIB
Panitia penyelenggara menyebutkan bila sejumlah merek China di India pada pameran itu hanya diwakili pekerja India. Pameran otomotif Auto Expo 2020 digelar di Kota Noida, India. (Foto: Money SHARMA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah virus corona berasal dari Wuhan, China berdampak pada pameran otomotif Auto Expo 2020 yang saat ini digelar di Kota Noida, India. Pameran yang biasanya diramaikan exhibitor dari beberapa negara termasuk China kini terlihat sepi.

Panitia penyelenggara menyebutkan bila sejumlah merek China di India pada pameran itu hanya diwakili pekerja India.

"Tidak akan ada pengunjung atau delegasi dari China di Motor Show 2020," kata pihak penyelenggara Perhimpunan Produsen Mobil India Rajan Wadhera, mengutip AFP, Kamis (6/2).


Direktur Great Wall Motors, Ramob Ginah sebagai perwakilan salah satu merek China mengatakan pekerja perusahaan asal China sengaja tidak diberangkatkan ke India untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Ginah beralasan keputusan itu juga untuk menghindari perasaan negatif pengunjung pameran akibat wabah corona. Sejauh ini kematian akibat virus corona di dunia mencapai 564 orang.

Di India terdapat tiga kasus suspect corona di India Selatan, bagian Kerala. Pusat penyebaran dan industri otomotif, serta ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut pun terdampak virus corona.

[Gambas:Video CNN]
Virus tersebut pun telah mendorong penutupan bisnis secara luas di China dan menghantam jalur pasokan otomatis.

Pembuat mobil asal Korea Selatan Hyundai Motor juga telah menunda produksi di India sebab kekurangan suku cadang akibat penyebaran virus corona.

"Tidak hanya Hyundai, tetapi industri otomotif India tidak memerlukan jenis gangguan apa pun dan kami akan melakukannya dengan baik untuk benar-benar melanjutkan produksi dan penjualan dengan cara terbaik," kata Direktur Penjualan dan Pemasaran Hyundai India Tarun Garg.

Kia, yang merupakan 'saudara' Hyundai Motor juga menyatakan rantai pasokan produksinya telah berdampak di Korea Selatan akibat wabah corona. (ryh/mik)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK