Fakta RS Kedua di China yang Tampung Pasien Virus Corona

CNN Indonesia | Jumat, 07/02/2020 06:14 WIB
Berikut fakta rumah sakit kedua di China yang digunakan untuk menampung pasien virus corona. Ilustrasi. Rumah Sakit Leishenshan menjadi adalah layanan medis kedua yang digunakan untuk merawat pasien yang terinfeksi virus corona di China.(Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China membangun dua rumah sakit darurat untuk merawat pasien yang terinfeksi virus corona 2019. Rumah sakit pertama dinamakan Huoshenshan, rumah sakit kedua bernama Leishenshan.

Huoshenshan pada 3 Februari lalu telah menerima pasien pertama, rumah sakit ini dibangun dalam waktu 10 hari.  Sedangkan yang juga dibangun untuk pasien virus Corona akan rampung pada 5 Februari 2020. Berikut fakta-fakta Rumah Sakit Leishenshan, rumah sakit pasien virus Corona kedua di China.

1. Dewa Petir
Nama Leishenshan terinsiprasi dari nama Dewa Petir China, Leishen atau Leigong . Leishen ini adalah dewa penghukum manusia. Mereka yang melanggar etika manusia dan melakukan kejahatan yang tak termaafkan akan disambar petir hingga mati.

Dewa Petir ini awalnya digambarkan semacam chimera, pada masa Dinasti Qin (221 SM - 206 SM) memiliki kepala manusia dengan tubuh naga. Setelah Dinasti Han (206 SM - 220 M), Leishen digambarkan sebagai pria berotot yang setengah telanjang.


Selayaknya Thor, Dewa Petir dalam mitologi Norse, Dewa Guntur China juga memiliki senjata. Apabila Thor memiliki Palu Mjolrnil, Dewa Guntur China memiliki drum dan alat penusuk untuk menghasilkan petir dan kilat, seperti dilansir Global Times.

2. Pakai 5G & Tampung 1.600 Pasien
Dilansir dari Xinhua & CGTN, rumah sakit memiliki 1.600 tempat tidur. Awalnya hanya dirancang untuk 1.300 tempat tidur pasien. Akan tetapi, pemerintah memutuskan menambah 300 tempat tidur tambahan karena penderita virus Corona meningkat cepat dalam beberapa hari terakhir, seperti dilansir Xinhua dan CGTN.

Melansir China Tech News, RS Leishenshan akan dilengkapi dengan fasilitas jaringan komunikasi 4G dan 5G yang mampu menunjang komunikasi 25 ribu orang. China Mobile, China Unicom, dan China Telecom, tiga operator telekomunikasi China, telah membangun jaringan 4G dan 5G di dua rumah sakit ini.

3. Punya 'Kakak', Huoshenshan
Rumah Sakit Dewa Petir ini memiliki kakak yang telah terlebih dahulu rampung pada 3 Februari. Huoshenshan memiliki spesifikasi yang kurang lebih sama dengan Leishenshan.

Huoshenshan dibangun pada 23 Februari, sedangkan Leishenshan dibangun pada 25 Januari.  Huoshenshan memiliki kapasitas 1.000 kamar tidur, sedangkan Leishenshan memiliki 1.600 kamar tidur.

[Gambas:Video CNN]

4. Dibangun Bagai 'Lego'
Dilansir dari Quartz, Huoshenshan dan Leishenshan dibangun dengan menggunakan bahan prefabrikasi. Bahan ini menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan.

Kamar-kamar yang sepenuhnya dirakit dan dibuat oleh pabrik. Kemudian diangkut dengan truk ke lokasi pembangunan dan diletakkan sesuai pada tempatnya.

Seorang insinyur asal Jerman dan pendiri perusahaan Knipers Helbig, Thorsten Helbig mengatakan teknik pembangunan ini sepenuhnya aman.

Ia menjelaskan bahwa karena unit bagian bangunan dirakit di pabrik, perancang dan pembangun dapat memecahkan masalah dalam pembangunan.  Pembangun dapat memastikan bahwa unit tersebut bisa 'pas' ketika disambungkan satu sama lain. (jnp/eks)