NASA Mulai Bangun Kamar Astronaut Komersial Luar Angkasa

CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 08:28 WIB
NASA Mulai Bangun Kamar Astronaut Komersial Luar Angkasa Ilustrasi luar angkasa. (JW Saputro)
Jakarta, CNN Indonesia -- NASA mengumumkan bahwa telah memilih Axiom Space untuk membangun sebuah modul yang bisa ditempati oleh 'astronaut swasta' saat berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Pembangunan modul merupakan tindak lanjut rencana NASA mengizinkan astronaut swasta untuk mengunjungi ISS hingga 30 hari dalam satu waktu penerbangan.

Melansir The Motley Fool, kerjasama antara NASA dengan Axiom dalam membangun modul tempat tinggal tersebut berada di bawah program Next Space Technologies for Exploration Partnerships NASA atau NextSTEP-2, yang pertama kali diumumkan sekitar lima tahun yang lalu.

Dalam proyek demonstrasi, modul yang dibuat oleh Axiom akan melekat di port depan Node 2 ISS. Letak itu membuat astronaut memiliki akses ke seluruh ruang ISS dan juga menjadi tempat untuk beristirahat.


Namun, tidak ada informasi mengenai berapa biaya yang dikeluarkan oleh NASA dalam membangun modul tersebut. NASA hanya menyampaikan pembangunan modul akan berlangsung selama lima tahun dengan opsi penambahan selama dua tahun.

Lebih lanjut, alasan NASA membangun hotel ruang angkasa bagi astronaut swasta di ISS adalah untuk kepentingan komersial. Badan antariksa Amerika Serikat itu berencana untuk membangun stasiun ruang angkasa sendiri yang tidak terhubung dengan ISS.

Sebagai bagian dari NextSTEP-2, program ini juga bertujuan untuk memanfaatkan kecerdasan bisnis swasta untuk mengembangkan teknologi yang dapat digunakan NASA dalam misi masa depan.


[Gambas:Video CNN]

NASA berharap para astronaut di waktu yang akan datang aman dalam perjalanan jauh ke planet lain, misalnya melalui ruang bermandikan radiasi kosmik atau merancang habitat di mana astronaut dapat hidup saat bekerja di bulan atau Mars.

Modul komersial yang layak huni yang sedang dibangun Axiom akan memfasilitasi bisnis swasta untuk melakukan pekerjaan di ISS, menciptakan aliran pendapatan baru yang potensial untuk mensubsidi upaya petualangan NASA yang lebih jauh.

NASA dikabarkan membutuhkan dana yang signifikan untuk melakukan misi yang direncanakan ke Mars dan seterusnya di tahun-tahun mendatang. Jika Kongres tidak mau menambah uang tunai maka badan tersebut mungkin berharap untuk mendapatkan uang tunai dari industri swasta.

Axiom sejauh ini telah mampu membuktikan dirinya mampu membangun stasiun seperti ISS dan telah menjadi bagian ISS saat ini. Sehingga, Axiom mesti mendapat dukungan guna membangun tempat tinggal bagi penjelasan yang akan dikirim NASA di waktu yang akan datang.


NASA mengatakan berencana untuk mengeluarkan kesempatan terakhir untuk bermitra dengan agensi dalam pengembangan tujuan komersial di beberapa titik di masa depan.

Peluang terakhir ini harus menjadi perhatian khusus bagi Axiom dan Bigelow -yang telah menyatakan minatnya untuk membangun stasiun ruang angkasa sendiri yang terlepas dari ISS.


NASA yang telah 22 tahun mengoperasikan ISS dan SkyLab sebelum itu akan menjadi mitra yang berharga bagi Axiom, yang dapat berbagi wawasan yang tak ternilai ke dalam rincian bagaimana membangun, mengoperasikan, dan memasok stasiun ruang angkasa yang berfungsi di orbit rendah Bumi.


Untuk saat ini, pembicaraan masih seputar satu kamar yang melekat pada ISS. Namun, di tahun-tahun mendatang, kontrak kecil NASA ini dapat berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.

Astronot swasta yang diterima dalam program NASA akan melakukan perjalanan ke ISS dengan pesawat ruang angkasa yang dikontrak NASA yang dibangun dan dioperasikan oleh SpaceX dan Boeing, dan mereka akan diberikan kamar dengan biaya sekitar US$35.000 sehari saat tiba di ISS.

(jps/DAL)