Startup Satelit Luar Angkasa India 'Curi' Minat Investor

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 07:35 WIB
Startup Satelit Luar Angkasa India 'Curi' Minat Investor Ilustrasi. (AFP PHOTO / Bruce Weaver)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bellatrix Aerospace, perusahaan rintisan yang membangun satelit kecil hingga satelit luar angkasa mulai menarik perhatian investor. Para investor yang hendak masuk ke sektor luar angkasa mulai melirik pasar India.

Pasalnya, gelombang baru startup teknologi luar angkasa mulai menjamur di India. Dilansir dari Reuters, Bellatrix Aerospace ingin mendorong satelit ke orbit menggunakan pendorong kimia listrik dan non-toksik.

Pendiri Bellatrix Yashas Karamnam mengungkap perusahaan telah mengumpulkan US$3 juta atau setara dengan Rp42,46 triliun dari sekelompok investor.
Dana modal ventura IDFC Parampara memimpin putaran Seri A Bellatrix. Suman Kant Munjal, milik keluarga miliarder yang mengendalikan pembuat sepeda motor India Hero MotoCorp, dan Deepika Padukone, salah satu bintang terbesar Bollywood merupakan dua dari tujuh investor lainnya.


Sementara itu, Kawa Space yang merancang dan mengoperasikan satelit pengamatan bumi, telah menutup putaran dana. Namun, Kawa Space tidak mengungkapkan dana yang dihimpun dari para investor.

Bellatrix dan Kawa adalah dua dari lebih dari selusin startup India yang mengembangkan satelit, roket dan sistem pendukung terkait yang dapat memperkuat misi ruang angkasa yang melayani berbagai industri.
Penggalangan dana mereka merupakan lompatan besar dalam investasi luar angkasa swasta di India.

"Tidak ada perusahaan modal ventura yang melakukan investasi teknologi di India yang telah menginvestasikan jumlah sebesar ini dalam teknologi luar angkasa sebelumnya," kata Narayan Prasad, salah satu pendiri pasar produk ruang online Satsearch, merujuk pada pendanaan Bellatrix.

Menurut Tracxn, pelacak data startup selain Bellatrix dan Kawa, tujuh perusahaan teknologi luar angkasa di India telah didanai.

Teknologi luar angkasa memanas, sebagian karena aktivitas yang terjadi 2.000 km di atas bumi dalam orbit rendah-bumi, lebih dekat dan lebih mudah dijangkau daripada orbit geostasioner tempat banyak satelit komunikasi beroperasi.

Dalam lima tahun terakhir, sekitar dua lusin startup India telah tumbuh menjadi unicorn, perusahaan dengan valuasi lebih dari US$1 miliar, sebagian besar bertaruh pada kelas menengah India yang sedang tumbuh dan booming konsumen di dalam negeri.

Perusahaan teknologi luar angkasa India adalah bagian dari generasi baru startup, dan investor menaruh perhatian. Pasalnya, minat global meningkat dalam segala hal, mulai dari eksplorasi luar angkasa hingga liburan luar angkasa.

Peluncuran satelit yang direncanakan pada tahun mendatang di seluruh dunia memberikan kepercayaan investor pada perusahaan-perusahaan tersebut.

Lebih dari 17.000 satelit kecil dapat diluncurkan antara 2018 dan 2030, perusahaan konsultan Frost & Sullivan memperkirakan. (age/age)