NASA Buka Lowongan Astronaut untuk Mendarat di Bulan

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 10:03 WIB
Badan Antariksa Amerika Serikat NASA membuka lowongan untuk menjadi seorang astronaut dan akan ditempatkan di Bulan 2024 mendatang. Ilustrasi astronaut. (VYACHESLAV OSELEDKO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika (NASA) membuka lowongan kepada warga negara Amerika Serikat (AS) untuk menjadi seorang astronaut dan akan ditempatkan di Bulan 2024 mendatang.

Administrator NASA Jim Bridenstine menyebut pihaknya akan menerima aplikasi untuk kelas astronaut Artemis mulai 2 Maret 2020. Tak hanya untuk mempersiapkan pendaratan di Bulan, kelas ini juga akan disiapkan untuk pendaratan astronaut di Planet Merah atau Mars.

"Untuk segelintir wanita dan pria yang sangat berbakat, kami akan merekrut untuk bergabung dengan astronaut kami yang lain. Kami meminta semua warga Amerika yang memenuhi syarat, silahkan melamar pada 2 Maret 2020," tulis Bridenstine dikutip situs NASA.


Berikut syarat yang dipatok NASA bagi warga negara Amerika yang tertarik menjadi bagian dari astronaut Artemis:


1. Pendaftaran akan dilakukan melalui situs USAjobs mulai tanggal 2-31 Maret 2020.

2. Warga negara Amerika Serikat.

3. Memiliki gelar Master dan Ph.D di bidang STEM (Science Technology Engineering Math).

4. Calon pelamar harus memiliki setidaknya dua tahun pengalaman profesional terkait.

5. Kandidat astronaut harus melewati tes fisik luar angkasa.

"Sebagai bagian dari proses aplikasi, pelamar akan mengerjakan tes onlie selama dua jam. Setelah diumumkan lolos, mereka akan menghadapi tahap selanjutnya yakni meluncurkan roket dan pesawat ruang angkasa yang dikembangkan NASA untuk tinggal dan bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional [ISS]," jelas Bridenstine.

[Gambas:Video CNN]

Nantinya, NASA berencana memberikan tugas kepada astronaut baru terpilih untuk meluncurkan roket terbaru Space Launch System Rocket dan pesawat ruang angkasa Orion demi membawa sistem pendaratan manusia baru ke permukaan Bulan.

Misi mengirimkan astronaut Amerika kembali ke Bulan disebut memakan biaya sekitar US$20 miliar hingga US$30 miliar atau sekitar Rp287 triliun hingga Rp340 triliun.

Artemis 2024 pertama kali diumumkan oleh Wakil Presiden Amerika Mike Pence pada Maret 2019 bahwa administrasi Trump ingin mempercepat ambisi bulan NASA dan meluncurkan misi kru pertama pada 2024 bukan 2028.

Sejauh ini, NASA secara resmi hanya meminta tambahan US$1,6 miliar untuk Artemis, yang digambarkan oleh Bridenstine sebagai 'uang muka' untuk keseluruhan program. Bridenstine juga harus menang atas Demokrat yang sudah skeptis.


NASA juga berencana mengirim perempuan pertama untuk misi ke Bulan itu. Rencana ini diungkap oleh direktur komunikasi NASA Bettina Inclan.

"Orang terakhir yang berjalan di Bulan pada 1972. Belum ada perempuan yang pernah berjalan di permukaan Bulan," ungkap Inclan.

Sejak misi pertama, AS telah mengirim 12 astronaut, kesemuanya adalah laki-laki yang mendarat di permukaan Bulan.

(din/DAL)