Transjakarta Sangkal Peserta Proyek Bus Listrik Dominan China

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 09:32 WIB
Transjakarta Sangkal Peserta Proyek Bus Listrik Dominan China Bus Transjakarta melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (2/1/2019). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Program pengadaan bus listrik Transjakarta sempat diisukan diikuti 28 pihak yang sebagian besar berasal dari China. Namun pihak Transjakarta tidak membenarkan hal tersebut.

"Enggak juga," kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas Transjakarta Nadia Diposanjoyo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Kamis (13/2).


Menurut Nadia, China bukan mayoritas di antara 28 merek yang bersaing. Meski begitu dia menolak menyebut jumlah perbandingan antara merek China dengan merek asal negara lain.


Selain China, Nadia cuma memaparkan puluhan merek berasal dari berbagai negara yang di antaranya dari Eropa, Jepang, dan Rusia. Sedangkan merek lokal yang ikut berpartisipasi dipastikan adalah perusahaan bus listrik Kepala Staf Presiden Moeldoko, Mobil Anak Bangsa (MAB).

"Ya lihat nanti proses seleksinya. Yang pasti Scania, Volvo, Mercedes-Benz dan dua merek Eropa yang prominen [menonjol] sudah siap dan komit [komitmen]," ungkapnya.

Sebelumnya salah satu peserta tender bus listrik Transjakarta, Bakrie Autoparts, yang memegang merek China bernama BYD, menjelaskan ada 28 pihak yang ikut proyek ini dan sebagian besar dikatakan berasal dari China.

Hal itu diungkap Manager Sales & Product Management EV Division Bakrie Autoparts Adhitya Kuntoaji. Aji mengatakan pihaknya bersaing dengan peserta dari beragam negara yang sebagian besar dari China.

"Di Indonesia baru dua [MAB dan BYD], tapi sebenarnya menurut data yang saya tahu ada 28 pemain, mungkin 80 persen China, selebihnya lokal dan Eropa," kata Aji di Jakarta, Rabu (12/2) tanpa merinci merek-merek China yang dimaksud.

"Jadi ada banyak saya lupa satu per satu. Yang jelas sudah masuk sudah ada 28 brand," ucap Aji.

[Gambas:Video CNN]


Kedekatan Transjakarta dengan merek China sebetulnya bukan barang baru lagi. Transjakarta sudah bekerjasama menghadirkan bus konvensional dari China bermerek Zhong Tong.

Bus Zhong Tong sempat bermasalah dan dihentikan operasinya pada era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Bus Zhong Tong punya rekam jejak buruk sebab beberapa kali sempat terbakar, seperti yang terjadi pada Maret 2015 saat melintas di depan gedung PMI, di Jalan Gatot Soebroto. Pada 2019 bus China Zhong Tong kembali dipesan dan menjadi armada baru Transjakarta. (ryh/fea)