Pakar: OS Mac Lebih Rentan Disusupi Malware Ketimbang Windows

CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 10:55 WIB
Pakar: OS Mac Lebih Rentan Disusupi Malware Ketimbang Windows Ilustrasi Mac Apple. (Josh Edelson / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan keamanan siber yang berbasis di Amerika, Malwarebytes merilis laporan soal sistem operasi Mac rentan disusupi malware dibanding Windows. Sebab, Apple disebut mengabaikan malware yang masuk dan tidak dianggap berbahaya.

Malwarebytes menyebut malware yang masuk di OS Mac terbilang berbahaya, sebab peretas sering mengirimkan link unduhan yang telah disematkan malware.

"Apa yang kami lihat di OS Mac banyak deteksi adware dan Potentially Unwated Programs (program yang berpotensi tidak diinginkan) dibanding Windows. Sementara ancaman ini tidak dianggap berbahaya," tulis laporan Malwarebytes dikutip dari US Today.


"Sistem Mac saat ini tidak bisa lagi dikatakan kebal dari malware," sambungnya.


Lebih lanjut, ancaman kejahatan siber yang ditujukan untuk OS Mac disebut naik 40 persen dibanding tahun 2018.

Sejumlah pakar keamanan siber pun berpendapat bahwa jika masih ada pengguna Mac yang meyakini bahwa sistem perangkat mereka aman dari malware, bisa dipastikan mereka hanya "berkhayal".

"Pertama-tama, Anda harus memahami bahwa Mac dibangun pada platform UNIX dengan antarmuka GUI. Peretas berpengalaman telah menembus dan mengambil alih sistem UNIX sejak awal," kata pakar keamanan siber dari Cerberus Sentinel, David Jemmett dikutip Forbes.

"Pengguna termakan mitos bahwa mereka [pengguna Mac] lebih aman daripada PC Windows. Pernyataan ini palsu dan tidak berdasar," lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]

Pendiri perusahaan Bulletproof (perusahaan solusi keamanan siber AS), Oliver Pinson-Roxburgh berpendapat bahwa perangkat Windows saat ini digunakan oleh banyak korporasi dibanding Mac. Potensi untuk disusupi malware juga besar.

Maka dari itu, laporan Malwarebytes menyarankan mesti ada keseimbangan antara perangkat Windows dan Mac.

"Sayangnya, ada banyak pengguna Mac di luar sana sepenuhnya mempercayai fakta bahwa arsitektur macOS dan jumlah PC Windows yang lebih tinggi akan mencegah pelaku jahat menargetkan mereka," tutur Pinson-Roxburgh.

(din/DAL)