Bosscha Bantah Asteroid Berpotensi Tabrak Bumi 15 Februari

CNN Indonesia | Sabtu, 15/02/2020 20:48 WIB
Observatorium Bosscha ITB membantah fenomena asteroid pada 15 Februari bisa menabrak bumi. Observatorium Bosscha ITB membantah fenomena asteroid pada 15 Februari bisa menabrak bumi. (Ilustrasi/AFP PHOTO / NASA / NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Observatorium Bosscha milik Institut Teknologi Bandung (ITB) membantah fenomena asteroid pada 15 Februari bisa menabrak bumi. Dalam akun Instagram mereka dijelaskan bahwa Asteroid 163373 atau 2002 PZ39 akan berjarak 5.8 juta kilometer dari Bumi.

 "Jarak ini kira-kira 5x jarak Bumi dan Bulan. Berdasarkan trayektorinya, tidak ada kemungkinan asteroid ini akan menghantam Bumi," tulis akun tersebut seperti dikutip dari akun Instagram @bosschaobservatory, Sabtu (15/2).


Akun itu menjelaskan Asteroid 163373 atau 2002 PZ39 memiliki kecepatan 34 mil/jam. Dijelaskan akun tersebut bahwa setiap harinya sekitar 100 ton materi antarplanet jatuh ke bumi. Namun, materi itu disebut hanya berukuran kecil dan biasanya terbakar di lapisan atmosfer.

"Berdasarkan perhitungan statistik, dalam interval 10.000 tahun, asteroid yang berukuran 100 meter atau lebih berpotensi jatuh ke Bumi dan mengakibatkan bencana lokal hingga gelombang pasang," jelas akun tersebut.

Kemudian interval 100 ribu tahun kemudian diprediksi ada asteroid berukuran 1 kilometer yang berpotensi menabrak bumi. Asteroid ini disebut berpotensi mengakibatkan bencana global.

[Gambas:Instagram]

Akun tersebut memastikan bahwa ancaman dari dalam bumi untuk mengakibatkan virus jauh lebih besar ketimbang ancaman virus yang dibawa oleh asteroid.

"Salah satunya adalah asteroid yang jatuh di Teluk Yucatan yang dipercaya mengakibatkan kepunahan Dinosaurus," beber dia.

"Meskipun hantaman asteroid tak terelakkan, namun ancaman yang mengintai manusia dari kecelakaan,wabah dan penyakit serta bencana alam lainnya jauh lebih tinggi probabilitasnya daripada hantaman Near Earth Object (NEO) seperti asteroid," lanjut dia.

Badan Antariksa dan Aeronautika Nasional Amerika Serikat (NASA), yang dikutip dari Business Insider, menyebutkan astronom memprediksi sejumlah asteroid hanya tinggal menunggu waktu untuk menabrak bumi.


[Gambas:Video CNN]

"Tidak ada manusia dalam 1.000 tahun terakhir yang diketahui telah tewas akibat meteorit atau oleh efek dari satu benturan," menurut NASA.

Hal ini diungkapkan menyusul temuan sebuah asteroid tidak terdeteksi salah satu radar ketika melintas hanya 73 ribu kilometer dari bumi pada 26 Juli 2019.

Tabrakan asteroid di bumi terakhir tercatat pada 2013. Saat itu, meteor Chelyabinsk melesat melintasi langit Rusia dan meledak hanya 30 km dari permukaan bumi. Kekuatan tabrakan Chelyabinsk disebut sebesar 444 ribu ton TNT dan mampu merusak bangunan seluas 500 km. (ctr/ayp)