Bakrie Bakal Tingkatkan Kandungan Lokal Bus Listrik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 07:50 WIB
Bakrie Bakal Tingkatkan Kandungan Lokal Bus Listrik Ilustrasi bus listrik. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bakrie Autoparts menggandeng perusahaan bus asal China, BYD untuk pengadaan bisnis bus listrik di Indonesia. Kedua perusahaan melakukan terobosan mengembangkan bisnisnya dengan meningkatkan kandungan lokal bus litrik.

Presiden Direktur dan CEO Bakrie Autoparts Dino A Ryandi mengatakan perusahaan bakal bisnis bus ramah lingkungan dengan menggandeng perusahaan karoseri lokal.

"Bodinya dibuat sama karoseri, jadi sasis teknologi baterai dari sana (China) dahulu," kata Dino kepada CNNIndonesia.com di Jakarta Selatan, Jumat (14/2).


Menurut Dino perusahaan punya tanggung jawab meningkatkan kandungan lokal untuk kebutuhan konsumen retail, dan memasok armada Transjakarta.

Seperti diketahui sudah menjadi ketentuan Transjakarta bila setiap perusahaan pemasok bus untuk memperhatikan kandungan lokal.

Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN) bus listrik dapat diperoleh minimal jika merek tersebut melakukan perakitan karoseri di Indonesia. Sedangkan sasis dan teknologi bus bisa didatangkan langsung dari negara asal merek tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Seperti diketahui BYD dan Mobil Anak Bangsa (MAB), besutan Kepala Staf Presiden Moeldoko telah melalui serangkaian uji coba. Uji coba tersebut guna memenuhi syarat layak pakai armada Transjakarta.

Uji coba yang dilakukan membuktikan bus listrik dengan tingkat kandungan lokal tinggi layak pakai.

Impor bus listrik cuma untuk sementara

Untuk tahap awal Bakrie Autoparts memberlakukan impor bus listrik ke Indonesia lantaran tarif bea masuk kendaraan utuh dan CBU sebagian (impor sasis baterai dan motor listrik) tidak selisihnya jauh.

Sebagai contoh tarif bea masuk bus utuh CBU lima persen, sedangkan saat mendatangkan bus dengan skema CBU sebagian tarifnya sebesar 40 persen. Perusahaan belum lagi harus mengakomodir ongkos karoseri bus listrik yang nilainya 10 persen- 15 persen lebih mahal ketimbang merakit bus konvensional.

"Tapi kami tetap akan masuk proses rakit di sini bersama karoseri lokal. Nanti juga sekaligus menunggu aturan teknis Perpres kendaraan listrik," katanya.

Ia juga memiliki rencana lain yakni menambah kandungan lokal agar sasis bus listrik BYD juga dapat diproduksi lokal. (ryh/mik)