Ilmuwan: Alien di Balik Sinyal Misterius ke Bumi Tiap 16 Hari

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 09:28 WIB
Ilmuwan: Alien di Balik Sinyal Misterius ke Bumi Tiap 16 Hari Ilustrasi. Ilmuwan buka kemungkinan kalau sinyal misterius yang diterima Bumi tiap 16 hari berasal dari alien.(Dok. Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ilmuwan Harvard Abraham Loeb menyatakan kemungkinan kalau sinyal misterius yang dikirim dari luar angkasa ke bumi tiap 16 hari berasal dari peradaban alien. Kemungkinan lain, sinyal yang dinamakan Fast Radio Burst (FBRs) itu muncul karena sumber lain.

Loeb meyakini sinyal luar angkasa itu bisa berasal dari berbagai jenis sumber, baik alami atau buatan. Sinyal ini bisa berasal dari bintang neutron muda yang disebut bintang magenta atau fenomena alam lain yang belum diketahui.

"Saat ini kami belum memiliki (cara) yang secara jelas menunjukkan sifat FRB. Jadi semua kemungkinan harus dipertimbangkan, termasuk asal (sinyal dari sumber) buatan," ujar Loeb.

Kemungkinan lain, sinyal ini berasal dari peradaban ekstraterestrial. Para alien ini menggunakan pancaran energi ke luar angkasa. Pancaran ini lantas bocor dan diambil oleh peneliti Kanada.


Ketika ditanya soal kemungkinan sinyal ini merupakan bentuk komunikasi alien, Loen memberikan penjelasan sederhana.

"Kami secara periodik melakukan observasi pada banyak sistem astrofisika [...] jika kami mendeteksi pesan dengan kode Morse, maka data itu perlu interpretasi yang lebih kreatif."

Selain itu menurut Loeb tidak cukup masuk akan untuk mengirim pesan ke seluruh alam semesta. Apalagi jika kemungkinan pesan itu butuh jutaan tahun untuk mendapatkan balasan.

Lebih lanjut, menurutnya jika pesan itu ditujukan bagi mahkluk lain yang hidup didekat kita, maka tak ada alasan untuk membuat sinyal yang begitu kuat hingga terdeteksi ke Bumi.

Kemungkinan lain, sinyal ini adalah pancaran energi yang sangat kuat dari pesawat ruang angkasa. Energi ini dibutuhkan untuk mendorong pesawat melintasi kosmos.

Jika FRB yang terdeteksi itu adalah bocoran dari energi pesawat ruang angkasa itu, Loeb membuka kemungkinan adanya peradaban yang sangat maju dibalik teknologi tersebut, seperti dilansir CNET

Loeb sempat menjelaskan konsep ini pada laporan di 2017. Menurutnya, pancaran energi sebesar itu perlu sumber energi yang dibutuhkan matahari untuk menyinari Bumi.

[Gambas:Video CNN]

"(Makalah) menunjukkan bahwa untuk menghasilkan FRB melintasi jarak kosmologis, seseorang perlu menggunakan sejumlah besar daya, sebanding dengan total daya sinar matahari yang disadap oleh Bumi," kata Loeb.

"Ini akan membutuhkan proyek rekayasa yang luas, jutaan kali lebih ambisius daripada yang pernah kita renungkan di Bumi ini," ujarnya.

Loeb merupakan astronom yang sempat menentang keberadaan alien. Akan tetapi, hal itu berubah ketika ia melihat objek Oumuamua. Oumuamua adalah benda angkasa yang sempat ditemukan peneliti pada 2017.

Menurutnya, Oumuamua bisa jadi merupakan kendaraan alien. Ia lantas menjelaskan kemungkinan ini seperti menunjukkan telepon seluler kepada orang purba. Orang purba itu bisa jadi menganggap benda itu sebagai batu.

"Jadi bayangkan kalau objek Oumuamua ini sebagai iPhone dan kita adalah orang purba," jelasnya seperti dikutip Futurism

Para peneliti yang mendeteksi suara menilai pernyataan bahwa FRB sebagai pesan dari alien sebagai hal yang tidak profesional.

Namun, Loeb dengan keyakinannya menegaskan dugaan FRB sebagai pesan alien layak dipertimbangkan secara serius. (jps/eks)