Angkatan Laut AS Buka Suara Soal Video UFO

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 15:10 WIB
Angkatan Laut AS Buka Suara Soal Video UFO Ilustrasi. (Istockphoto/Gremlin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angkatan laut Amerika Serikat telah mengakui bahwa tiga video UFO yang beredar beberapa tahun lalu merupakan benda nyata yang tak dikenal. Namun, mereka mengungkap bisa saja objek tak dikenal tersebut drone atau balon.

Dikutip dari FoxNews, video yang dirilis oleh mantan penyanyi Blink-182 Tom DeLonge dan diterbitkan oleh The New York Times telah diklaim sebagai objek tak dikenal.

Juru bicara Angkatan Laut AS mengungkap fenomena yang ada dalam video merupakan fenomena yang tidak dikenal.


"Angkatan Laut menganggap fenomena yang digambarkan dalam tiga video itu sebagai benda tidak dikenal," kata juru bicara Angkatan Laut Joseph Gradisher kepada The Black Vault, sebuah situs web yang didedikasikan untuk dokumen-dokumen pemerintah yang tidak diklasifikasikan.
Gradisher menambahkan terminologi 'fenomena udara tak dikenal' digunakan karena pengamatan pesawat atau objek yang tidak sah beroperasi di wilayah udara yang dikendalikan militer.

FoxNews menuliskan video yang beredar dikenal sebagai 'FLIR1', 'Gimbal' dan 'GoFast' yang awalnya dirilis ke New York Times dan To The Stars Academy of Arts and Science (TTSAAS), sebuah kelompok riset sains pinggiran yang didirikan oleh mantan anggota Blink-182 Tom DeLonge.

Gizmodo menuliskan video-video tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan rekaman Pentagon yang tidak diklasifikasi dari benda-benda terbang yang tidak dikenal. Video pertama ditampilkan dalam laporan Times tentang Departemen Pertahanan yang mengoperasikan program militer rahasia yang meneliti fenomena udara tak dikenal baru-baru ini pada 2012.

Video pertama dari objek tak dikenal itu diambil pada 14 November 2004, dan diambil oleh kamera senjata F-18. Video kedua diambil pada 21 Januari 2015. Video ketiga juga diambil pada 21 Januari 2015, tetapi tidak jelas apakah video ketiga itu dari objek yang sama atau yang berbeda.
John Greenewald Jr. yang menerbitkan The Black Vault, mengatakan kepada Motherboard bahwa dia terkejut dengan bahasa yang digunakan Angkatan Laut dalam pernyataan resminya.

"Saya sangat berharap bahwa ketika militer AS membahas video, akan sesuai dengan bahasa yang kita lihat pada dokumen resmi yang sekarang telah dirilis, dan mereka akan menandainya sebagai 'drone' atau 'balon'," kata Greenwald kepada outlet berita.

Pada Desember 2017, Fox News melaporkan bahwa Pentagon diam-diam membuat program D-Nev untuk menyelidiki UFO atas permintaan mantan Senator Harry Reid.

Pada saat itu, seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada Gizmodo bahwa Departemen Pertahanan tidak akan memberikan komentar tentang rekaman tersebut. (age/age)