Virus corona telah dimulai sejak awal tahun dari China, tepatnya di kota Wuhan, provinsi Hubei. Wabah diketahui telah meluas ke berbagai negara termasuk Jepang.
Data terakhir menunjukkan korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di seluruh dunia hingga hari ini Rabu (19/2) mencapai 2.005 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Larangan] ke Jepang, hanya imbauan untuk urgent dan important saja," kata Anton melalui pesan singkat, Rabu (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara larangan untuk trip ke China. Jadi [untuk ke Jepang] kami monitor situasi dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada," katanya.
Sementara itu Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menuturkan perusahaan membuat ketentuan agar karyawan tidak pergi keluar negeri. Amelia bilang ini berlaku untuk perjalanan ke semua negara.
Karyawan baru diperkenankan pergi ke luar negeri jika benar-benar ada urusan mendesak terkait bisnis.
"Kalau tidak perlu lebih baik tidak keluar negeri, itu anjuran dari management Daihatsu," kata Amelia.
[Gambas:Video CNN]
Pada sisi berbeda Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengaku masih memantau perkembangan wabah virus corona. Belum ada pembahasan internal perusahaan untuk menahan karyawannya bertolak ke Jepang.
"Kami belum ada isu tentang hal tersebut sebetulnya," Head of 4W Brand Development & Marketing Research SIS Harold Donnel.
Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan hal yang sama seperti Suzuki. Yulian Karfili PR Manager HPM menyatakan belum ada larangan karyawan berkunjung ke luar negeri, termasuk Jepang.
"Larangan tidak, ya pertimbangan kepentingan saja. Kalau bisa dilakukan dengan sambungan telekonferensi itu dianjurkan, lebih baik seperti itu," kata Karfili. (ryh/fea)