Toyota dan Daihatsu Batasi Kunjungan ke Jepang Efek Corona

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 01:01 WIB
Toyota dan Daihatsu Batasi Kunjungan ke Jepang Efek Corona Ilustrasi pameran otomotif di Indonesia. (CNNIndonesia/MOHAMMAD SAFIR MAKKI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Merek otomotif asal Jepang di Indonesia, Daihatsu dan Toyota, membuat kebijakan baru buat karyawan menyusul meluasnya wabah virus corona di seluruh negara. Keduanya membatasi untuk sementara waktu perjalanan ke luar negeri, termasuk ke Jepang.

Virus corona telah dimulai sejak awal tahun dari China, tepatnya di kota Wuhan, provinsi Hubei. Wabah diketahui telah meluas ke berbagai negara termasuk Jepang.


Data terakhir menunjukkan korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di seluruh dunia hingga hari ini Rabu (19/2) mencapai 2.005 orang.


Menurut Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, perusahaan hanya mengizinkan karyawan ke Jepang hanya jika ada kegiatan bisnis yang benar-benar dianggap penting.

"[Larangan] ke Jepang, hanya imbauan untuk urgent dan important saja," kata Anton melalui pesan singkat, Rabu (19/2).

Anton bilang larangan bepergian ke luar negeri dengan alasan apapun berlaku untuk perjalanan ke China.

"Sementara larangan untuk trip ke China. Jadi [untuk ke Jepang] kami monitor situasi dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada," katanya.

Sementara itu Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menuturkan perusahaan membuat ketentuan agar karyawan tidak pergi keluar negeri. Amelia bilang ini berlaku untuk perjalanan ke semua negara.

Karyawan baru diperkenankan pergi ke luar negeri jika benar-benar ada urusan mendesak terkait bisnis.

"Kalau tidak perlu lebih baik tidak keluar negeri, itu anjuran dari management Daihatsu," kata Amelia.

[Gambas:Video CNN]


Pada sisi berbeda Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengaku masih memantau perkembangan wabah virus corona. Belum ada pembahasan internal perusahaan untuk menahan karyawannya bertolak ke Jepang.

"Kami belum ada isu tentang hal tersebut sebetulnya," Head of 4W Brand Development & Marketing Research SIS Harold Donnel.

Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan hal yang sama seperti Suzuki. Yulian Karfili PR Manager HPM menyatakan belum ada larangan karyawan berkunjung ke luar negeri, termasuk Jepang.

"Larangan tidak, ya pertimbangan kepentingan saja. Kalau bisa dilakukan dengan sambungan telekonferensi itu dianjurkan, lebih baik seperti itu," kata Karfili. (ryh/fea)