Burung dari Zaman Es Ditemukan Membeku di Siberia

CNN, CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 13:54 WIB
Burung dari Zaman Es Ditemukan Membeku di Siberia Fosil burung dari zaman es yang membeku di Siberia. (Love Dalen/Swedish Museum of Natural History)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti temukan fosil burung yang diperkirakan berasal dari zaman es. Berbeda dengan fosil lain yang kerap sudah membatu, fosil burung ini relatif utuh bahkan bulu-bulunya pun masih tampak jelas. Fosil burung dari spesies burung bertanduk ini ditemukan di bagian tanah yang masih membeku (permafrost) di sebuah desa Belaya Gora, di timur laut di Siberia.

Burung ini ditemukan oleh para pemburu fosil gading setempat. Mereka lantas menyerahkan temuan ini kepada tim ahli, termasuk Nicolas Dussex dan Love Dalen dari Museum Alam Swedia untuk dilakukan pengetesan.

Hasil pelacakan menggunakan radiokarbon menunjukkan burung ini hidup sekitar 46 ribu tahun lalu. Sementara dari identifikasi genetika menunjukkan burung ini berasal dari spesies burung tanduk (Eremophila alpestris), seperti dipublikasikan jurnal Komunikasi Biologi, Jumat (21/2).


Dalen menyebut penelitian mereka menunjukkan burung itu kemungkinan adalah nenek moyang dari dua subspesies dari burung tanduk yang hidup saat ini. Satu jenis hidup di utara Rusia dan jenis lain di padang Mongolia.

"Temuan ini menunjukkan perubahan iklim di akhir Zaman Es telah menyebabkan pembentukan subspesies baru, " katanya.

Lantaran terkubur di es, sebagian besar tubuh dan bulu burung ini masih utuh. Dussex menyebut spesimen tersebut masih dalam kondisi yang sangat baik.

"Spesimen yang sangat kecil dan rapuh masih utuh juga menunjukkan kalau lumpur mengendapkan fosil ini secara bertahap, atau setidaknya tanah itu relatif stabil sehingga bangkai burung itu diawetkan dalam kondisi tak lama dengan waktu kematiannya," jelas Dussex.

Tahap selanjutnya dari penelitian ini adalah melakukan pengurutan genom burung tersebut, jelas Dalen. Dengan cara ini, peneliti bisa mengungkap lebih lanjut terkait hubungan burung tersebut dengan subspesies yang hidup pad hari ini. Sehingga mereka bisa memperkirakan rata-rata kecepatan evolusi pada jenis burung ini.

Temuan ini sangat berharga karena para peneliti bisa mendapat DNA dan kadang RNA hewan-hewan ini. DNA dan RNA, atau asam nukleat terdapat di seluruh mahkluk hidup.

"Temuan ini akan membuka kesempatan mempelajari evolusi dari fauna era zaman es dan memahami bagaimana mereka merespon perubahan iklim pada 50-10 ribu tahun lalu," tambah Dussex, seperti dilansir CNN

[Gambas:Video CNN]

Selain burung, para peneliti yang menggali di kawasan itu juga menemukan bangkai dan bagian tubuh dari binatang lain. Beberapa diantaranya adalah serigala atau anjing (belum dapat dipastikan), mamoth, dan badak berbulu. Anjing yang ditemukan di tempat itu berasal dari 18 ribu tahun lalu.

Hal ini berdasarkan penelitian menggunakan penanggalan karbon pada tulang rusuk hewan tersebut. Namun, tes DNA belum menunjukkan hasil apakah binatang itu anjing atau serigala. Sehingga temuan ini diharapkan bisa memberikan petunjuk sejak kapan manusia memelihara anjing. (eks)