Hasil penelitian mencatat populasi mamot berbulu ini mendiami Pulau Wrangel, Samudra Arktik di antara Laut Chukchi dan Laut Siberia Timur. Kondisi habitat membuat mamot hanya menghabiskan energi yang lebih sedikit.
Sementara mamot Siberia menghabiskan energi untuk membakar cadangan lemak untuk bertahan hidup saat musim dingin ekstrem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ilmuwan Coba Bangkitkan Lagi Mamot Purba |
Disamping itu, cuaca ekstrem berupa hujan dan salju yang melapisi tanah disebut juga membuat kesehatan mamot Wrangel menurun. Para peneliti memperkirakan perubahan cuaca ekstrem membuat mamot kesulitan mencari makan hingga membuat mereka kelaparan.
Hewan besar yang diperkirakan memiliki tinggi 3,5 meter ini diperkirakan memiliki ukuran yang tak jauh berbeda dengan gajah Asia modern saat ini.
Berakhirnya zaman es menyebabkan seluruh lapisan es di dunia mencair hingga meningkatkan ketinggian air es dan menenggelamkan daratan. Hewan besar ini diperkirakan punah dari daratan Euroasia dan Amerika Utara di akhir zaman es atau sekitar 12 ribu tahun lalu.
[Gambas:Video CNN] (ndn/evn)