NGTS-10b, Planet Ekstrasurya yang Mengorbit Hanya 18 Jam

CNN Indonesia | Senin, 24/02/2020 19:17 WIB
NGTS-10b, Planet Ekstrasurya yang Mengorbit Hanya 18 Jam Ilustrasi planet ekstrasurya. (Foto: NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika manusia baru menyelesaikan kegiatannya selama sehari dan beranjak tidur, sebuah planet di antariksa sana sudah selesai berputar mengelilingi sebuah bintang

Planet ekstrasurya (exoplanet/planet yang mengorbit di luar tata surya) ini hanya perlu 18 jam untuk menyelesaikan revolusi (gerakan planet mengelilingi bintang).

Planet ini ditemukan 2.000 tahun cahaya dari Bumi. Saking dekatnya dengan bintang yang dikelilingi, sangat mungkin planet ini akan terbakar oleh panas bintang induknya.

Melansir CNN, planet ekstrasurya yang berevolusi hanya dalam 18 jam adalah NGTS-10b atau dikenal sebagai 'Jupiter panas', sejenis planet gas ekstrasurya raksasa yang ukurannya 20 persen lebih besar dan memiliki massa dua kali dari Jupiter.

Dalam jurnal Royal Astronomical Society menyebutkan bahwa panas planet ekstrasurya tersebut mirip dengan matahari, tapi lebih dingin 1.000 derajat. Planet itu mengorbit sekitar 27 kali lebih dekat dari Merkurius sehingga hanya membutuhkan 18 jam untuk menyelesaikan orbit.


Sedangkan salah satu sisi planet ini terus menerus menghadapi bintang dan memiliki suhu sekitar 1.832 derajat Fahrenheit di permukaan.

"Dari ratusan Jupiters panas yang saat ini diketahui, hanya ada tujuh yang memiliki periode orbit kurang dari satu hari," katasalah satu penulis jurnal asal Departemen Fisika University of Warwick, James McCormac.

Para astronom menemukan planet ekstrasurya itu dengan Next-Generation Transit Survey, sebuah kolaborasi teleskop di Observatorium Paranal Observatorium Eropa Southern di Chile. Mereka menggunakan metode transit, yakni dengan mengamati bintang dan mencatat penurunan kecerahannya sebagai bukti planet mengorbit.

Berdasarkan teori pembentukan planet, planet-planet besar seperti NGTS-10b biasanya jauh dari bintangnya dan bergerak semakin dekat seiring waktu.


[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, para astronom mengklaim bakal terus mengamati planet ekstrasurya tersebut di masa depan untuk mengetahui apakah orbitnya stabil atau apakah akan menabrak bintang.

"Kita akan dapat menggunakan NGTS untuk memantau ini lebih dari satu dekade. Jika kita bisa melihat periode orbit mulai berkurang dan planet ini mulai berputar, itu akan memberi tahu kita banyak tentang struktur planet yang kita belum ketahui," ujar kolega McCormac, Daniel Bayliss.

Di sisi lain, Bayliss menyampaikan penemuan planet tersebut memberi para astronom kesempatan untuk mengisi kekosongan informasi tentang Jupiter yang panas.

"Segala sesuatu yang kita ketahui tentang pembentukan planet memberitahu kita bahwa planet dan bintang terbentuk pada saat yang sama," ujarnya.

"Model terbaik yang kami miliki menunjukkan bahwa bintang itu berusia sekitar 10 miliar tahun dan kami akan berasumsi bahwa planet ini juga. Entah kita melihatnya pada tahap terakhir kehidupannya, atau entah bagaimana itu bisa hidup lebih lama dari yang seharusnya," ujar Bayliss.

(jps/DAL)