LIPI Ungkap Dugaan Komunitas Tempat Penyebaran Virus Corona

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 12:37 WIB
LIPI Ungkap Dugaan Komunitas Tempat Penyebaran Virus Corona Ilustrasi virus corona. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Infeksi virus novel corona alias Covid-19 semakin meluas pasca ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Hubei, China. Beberapa hari lalu, ratusan anggota komunitas gereja Shincheonji, Korea Selatan dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Otoritas kesehatan Korsel menyatakan infeksi ditularkan oleh seorang perempuan 61 tahun yang merupakan bagian dari komunitas gereja tersebut. Belum diketahui pasti bagaimana perempuan paruh baya tersebut bisa tertular dan menularkan orang lain.

Peneliti mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra menuturkan Covid-19 bisa menular di berbagai tempat. Namun, dia mengingatkan virus tersebut tidak muncul dengan sendirinya.


"Kalau kemungkinan bisa saja terjadi kalau ada orang yang membawa virus tersebut," ujar Sugiyono kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/2).


Sugiyono menuturkan virus corona, termasuk Covid019 menular dengan berbagai cara. Dia membeberkan Covid-19 bisa menular melalui respiratory droplet atau dengan kontak langsung seperti jabat tangan atau sentuhan.

Selain itu, dia mengatakan Covid-19 bisa menular secara tidak langsung, misalnya menyentuh sesuatu yang sudah terkontaminasi Covid-19 dari orang yang terinfeksi.

Lebih lanjut, Sugiyono menyampaikan orang Indonesia bisa terjangkit Covid-19. Sebab, dia menerima informasi bahwa ada orang Jepang terinfeksi Covid--19 yang kembali ke negaranya usai dari Bali.

"Dia bisa saja jadi super-spreader. tapi ini masih menunggu konfirmasi kebenarannya dari pihak terkait. Semoga saja tidak ada," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Terkait dengan kondisi itu, Sugiyono menyarankan perluasan pengawasan, terutama terhadap orang yang melakukan perjalanan dari China atau luar negeri dan tempat yang memiliki mobilitas tinggis seperti Bandara. Pengawasan, kata dia, juga bukan hanya dilakukan terhadap orang yang memiliki gejala Covid-19.

"Hal itu perlu dilakukan karena banyak juga kasus positif Covid tapi asimtomatik atau tidak ada gejala," ujar Sugiyono.

Lebih dari itu, dia mengatakan keterlambatan deteksi dikhawatirkan akan menyebabkan penyebaran Covid-19 meluas tanpa diketahui.

(jps/DAL)