LIPI Jelaskan Fenomena Ulat Bulu di Akhir Musim Penghujan

CNN Indonesia | Rabu, 19/02/2020 06:38 WIB
LIPI Jelaskan Fenomena Ulat Bulu di Akhir Musim Penghujan Ilustrasi. LIPI menjelaskan fenomena ulat bulu yang banyak muncul di akhir musim penghujan.(meredin/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap fenomena ulat bulu yang banyak bermunculan karena telah memasuki akhir musim penghujan.

Peneliti Ulat LIPI Hari Sutrisno menyebut melonjaknya jumlah ulat di penghujung musim penghujan lantaran curah hujan tak lagi terlalu tinggi. Sehingga, hal ini membuat musuh alaminya yakni parasit tidak muncul.

"Ini fenomena biasa saja, ulat bulu selalu ada. Cuma ketika keseimbangan tidak terjaga, misalnya musim hujan itu parasit atau musuh alamiah ulat bulu banyak bermunculan maka dia (ulat bulu) tidak ada," jelas Sutrisno saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (18/2) malam.

"Selain itu, saat akhir musim penghujan tiba, ulat bulu akan masuk fase kepompong," lanjut dia.


Usai musim hujan berakhir kata Hari, ulat bulu tidak terlalu banyak ditemukan karena parasit ulat-ulat bulu ini sebagai musuh alaminya kembali muncul. Mengutip Wired, parasit sejenis tawon ini menyuntikkan telur ke tubuh ulat dan menjadikan mereka inang. Saat mentas telur ini keluar dari tubuh ulat dan membunuh mereka.

Lebih lanjut LIPI menyebut ada beberapa jenis pohon yang banyak dihinggapi ulat bulu seperti pohon mangga, pohon jambu, dan pohon alpukat.

Hari pun memberikan beberapa tips bagaimana menghilangkan gatal saat seseorang tidak sengaja menyentuh ulat bulu.

Sebab, saat bulu ulat masuk ke bagian luar kulit, bulu itu akan masuk ke jaringan pori-pori dan terputus sehingga menyebabkan gatal.

Pertama, hindari ulat bulu agar tidak terkena kulit.

[Gambas:Video CNN]

"Kedua, kalau kena ulat bulu pakai metode orang jaman dulu yaitu digosok pakai garam atau dikasih minyak kelapa untuk mengeluarkan bulu-bulunya yang ada di dalam pori-pori kulit kita," tuturnya.

Selain itu LIPI juga menjelaskan secara singkat kenapa saat ulat bulu berada di telapak tangan tidak menimbulkan gatal karena struktur pori-porinya tebal.

"Telapak tangan tidak [tidak menimbulkan efek gatal] karena pori-porinya tebal," pungkas Hari. (din/eks)