Kebakaran Australia Bunuh Tikus Langka dari Jarak Jauh

CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2020 05:01 WIB
Kebakaran Australia Bunuh Tikus Langka dari Jarak Jauh Ilustrasi. Kebakaran hutan di Australia telah membunuh tikus-tikus langka yang berada di penangkaran berjarak puluhan kilometer dari lokasi kebakaran. (Kapa65/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran Australia sangat parah sehingga bisa membunuh tikus langka yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi kebakaran. Padahal tikus langka ini tengah dalam proses penangkaran agar bisa berkembang biak lebih banyak.

Sembilan tikus tersebut mati di fasilitas penangkaran yang berlokasi tak jauh dari Canberra. Padahal kebakaran terdekat berjarak 50 kilometer dari fasilitas tersebut.

Kematian tikus langka ini adalah hewan pertama yang tercatat tewas akibat menghirup asap berbahaya tersebut. Tikus jenis 'smoky' mulai mati tiga hari pascakebakaran pertama di Australa pada Januari lalu.

Tikus dengan bulu berwarna keabu-abuan ini disebut tikus asap (smokey). Tikus-tikus yang masuk kriteria terancam punah ini mati karena menghirup asap berbahaya yang menyebabkan penyakit paru-paru.


"Tikus smoky yang mati mengalami penyakit paru-paru yang parah akibat sejumlah besar partikel mikroskopis PM2.5. Partikel yang mematikan ini diketahui berasal dari asap api," kata pakar kesehatan satwa liar Andrew Peters, seperti dilansir dari Space Daily

Peters mengatakan temuan ini mengindikasikan kemungkinan ada lebih banyak binatang Australia seperti Koala dan Kanguru yang mati akibat kebakaran.

[Gambas:Video CNN]

"Sekarang kita tahu bahwa asap api dapat membunuh satwa liar pada jarak yang jauh dari kebakaran, mungkin saja satwa liar telah terkena dampak di wilayah Australia yang jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya," katanya.

Dilansir dari ABC, tikus smoky yang terdaftar sebagai terancam punah oleh pemerintah, memiliki habitat di Australia Tenggara yang terkena dampak buruk oleh kebakaran hutan dan semak.

Tikus ini merupakan salah satu dari 100 spesies terancam punah yang terkena dampak langsung kebakaran hutan.

Asap ini membuat kualitas udara Canberra dianggap sebagai yang terburuk di dunia. Bahkan beberapa lembaga nasional, pemerintahan dan bisnis harus tutup sementara akibat asap.

Sejak November lalu, Australia dihadapkan pada bencana kebakaran hutan terparah dan terbesar mencapai lebih dari 7,3 hektare. Setidaknya 28 orang tewas, lebih dari 3.000 rumah dan bangunan rusak, dan sejumlah spesies hewan asli terancam punah lantaran pasokan makanan habis terbakar. (jnp/eks)