Kepala Bagian Sumber Daya Alam dan Mineral Pemkab Sumenep Mohammad Sahlan mengatakan proses uji laboratorium air mendidih tersebut sudah diajukan dan dikirim ke Surabaya. Namun apabila menemukan kesulitan, uji air tersebut akan dibawa ke Jakarta.
Sahlan mengaku penelitian tersebut membutuhkan waktu selambat-lambatnya tiga bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sahlan, salah satu alasan proses uji laboratorium dilakukan ke luar daerah, karena di daerah tidak memiliki fasilitas peralatan laboratorium. Sahlan meminta warga setempat untuk tidak tidak panik sambil menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.
[Gambas:Video CNN]
Air mendidih ini sempat memancing reaksi masyarakat, utamanya warga di sekitar persawahan. Salah satunya dirasakan seorang petani bernama Juhari (35). Dia mengetahui peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 26 Februari 2020 siang, saat dirinya hendak menghidupkan pompa air di sekitar lokasi kejadian.
"Tiba-tiba ada suara gemuruh dan semburan gelembung dari bekas penampungan air. Saya kaget! Setelah diamati, airnya bergelembung dan terlihat mendidih," tuturnya.
Dari itu, Juhari pun bergegas memanggil masyarakat dan melaporkan kepada pihak kepolisian untuk diselidiki. Pasca dilaporkan, aparat hukum tersebut kemudian memasang garis polisi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (nrs/dal)