Butuh Waktu Lama Ungkap Fenomena Air Mendidih di Madura Jatim

CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2020 04:33 WIB
Butuh Waktu Lama Ungkap Fenomena Air Mendidih di Madura Jatim Temuan air mendidih di Sumenep, Madura. (CNN Indonesia/Nurus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta kepada masyarakat untuk tidak panik terhadap munculnya fenomena langka berupa temuan air mendidih di sekitar persawahan warga di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih. 

Kepala Bagian Sumber Daya Alam dan Mineral Pemkab Sumenep Mohammad Sahlan mengatakan proses uji laboratorium air mendidih tersebut sudah diajukan dan dikirim ke Surabaya. Namun apabila menemukan kesulitan, uji air tersebut akan dibawa ke Jakarta. 

Sahlan mengaku penelitian tersebut membutuhkan waktu selambat-lambatnya tiga bulan.


"Bergantung peralatannya, kalau di Surabaya tidak memungkinkan bisa diuji di Jakarta, tapi waktunya lumayan lama," kata Mohammad Sahlan dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (2/3).


Menurut Sahlan, salah satu alasan proses uji laboratorium dilakukan ke luar daerah, karena di daerah tidak memiliki fasilitas peralatan laboratorium.  Sahlan meminta warga setempat untuk tidak tidak panik sambil menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

"Garis polisi tetap dipasang. Untuk sementara warga tidak usah panik, kita tunggu hasilnya nanti apa," ujarnya. 

[Gambas:Video CNN]

Air mendidih ini sempat memancing reaksi masyarakat, utamanya warga di sekitar persawahan. Salah satunya dirasakan seorang petani bernama Juhari (35). Dia mengetahui peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 26 Februari 2020 siang, saat dirinya hendak menghidupkan pompa air di sekitar lokasi kejadian. 

"Tiba-tiba ada suara gemuruh dan semburan gelembung dari bekas penampungan air. Saya kaget! Setelah diamati, airnya bergelembung dan terlihat mendidih," tuturnya. 

Dari itu, Juhari pun bergegas memanggil masyarakat dan melaporkan kepada pihak kepolisian untuk diselidiki. Pasca dilaporkan, aparat hukum tersebut kemudian memasang garis polisi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (nrs/DAL)