Isu Privasi, 98,59 Persen Saham Aplikasi Grindr Bakal Dijual

CNN Indonesia
Minggu, 08 Mar 2020 03:17 WIB
Pemegang saham mayoritas Grindr, Beijing Kunlun Tech, menawarkan sahamnya seharga US$608 juta (sekitar Rp8,63 triliun) di tengah isu pelanggaran privasi. Ilustrasi penyalahgunaan data pribadi. (Istockphoto/ Gangis_Khan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi asal China, Beijing Kunlun Tech, menawarkan aplikasi kencan miliknya, Grindr, seharga US$608 juta (sekitar Rp8,63 triliun).

Perusahaan tersebut berencana menjual 98,59 persen saham di Grindr ke San Vicente Acquisition, sebuah perusahaan induk yang berbasis di negara bagian Delaware, Amerika Serikat.

Dikutip dari AFP, Sabtu (7/3), Beijing Kunlun memutuskan menjual aplikasi kencan khusus kalangan LGBT karena mendapat tekanan dari otoritas AS yang khawatir soal penyalahgunaan data para pengguna.


Sejumlah pejabat keamanan nasional di Washington khawatir platform itu disalahgunakan pemerintah China untuk memeras orang Amerika dengan izin keamanan pemerintah.

Beijing Kunlun Tech sebelumnya membeli saham mayoritas Grindr pada 2016 dan membeli saham tersisa dua tahun kemudian dengan total uang US$254 juta.

Penjualan saham itu menunggu persetujuan dari komite AS yang berwenang meninjau transaksi yang melibatkan investasi asing.

Grindr sebelumnya dituduh melakukan pengelolaan data yang tidak benar di bawah kepemilikan Beijing Kunlun.

[Gambas:Video CNN]
Aplikasi itu disebut telah melanggar peraturan privasi Uni Eropa dengan membagikan data GPS, usia, dan jenis kelamin penggunanya kepada perusahaan pihak ketiga untuk membantu pencapaian target iklan mereka.

Organisasi nirlaba yang dibiayai pemerintah, Dewan Konsumen Norwegia (NCC), dalam laporannya berjudul 'Out of Control' menyebut pembagian data ini secara implisit mengungkapkan orientasi seksual pengguna.

Hal itu ditemukan berdasarkan penelitian atas penggunaan data pribadi oleh 10 aplikasi populer. Kesimpulannya, industri periklanan "secara sistematis melanggar hukum".

"Setiap kali Anda membuka aplikasi seperti Grindr, jaringan iklan mendapatkan lokasi GPS Anda, pengidentifikasi perangkat, dan bahkan fakta bahwa Anda menggunakan aplikasi kencan gay," kata aktivis Max Schrems dalam sebuah pernyataan NCC.

"Ini adalah pelanggaran serius terhadap Hak Privasi Uni Eropa," cetusnya.

Sementara, pihak Beijing Kunlun Tech sendiri, kepada The New York Times, masih enggan berkomentar dengan dalih belum membaca laporan itu.

(dmi/arh)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER