Satu Miliar Ponsel Android Terancam Peretasan Malware

CNN Indonesia | Selasa, 10/03/2020 12:36 WIB
Lebih dari satu miliar ponsel Android tua keluaran tahun 2012 dan sebelumnya, terancam serangan malware. Ilustrasi. Miliaran ponsel Android lawas terancam peretasan malware. (Freestocks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari satu miliar perangkat Android terancam peretasan akibat serangan malware. Diperkirakan dua dari lima ponsel yang beredar saat ini memiliki masalah keamanan.

Ancaman peretasan ini mengancam ponsel-ponsel tua keluaran tahun 2012 dan sebelumnya. Sebab, ponsel-ponsel tua itu sudah tak lagi mendapat pembaruan keamanan. Hal ini berdasarkan penelitian dari perusahaan komparasi produk asal Inggris, Which?.

Data Google sendiri menyebutkan 42,1 persen pengguna di seluruh dunia menggunakan ponsel dengan sistem operasi 6.0 ke bawah.

Pada 2019, Android telah mengumumkan bahwa tidak ada tambalan keamanan untuk sistem operasi Android di bawah 7.0.


Dilansir dari BBC, dalam riset ini menguji coba lima ponsel tua seperti Motorola X, Samsung Galaxy A5, Sony Xperia Z2, LG, Google Nexus 5, dan Samsung Galaxy S6.

Ponsel kemudian dengan sengaja diinfeksi oleh malware. Hasilnya ponsel dengan mudah terinfeksi malware Joker dan Bluefrag.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa perangkat Android yang mahal memiliki umur simpan yang pendek sebelum mereka kehilangan dukungan keamanan, meninggalkan jutaan pengguna dalam risiko konsekuensi serius jika mereka menjadi korban peretas," kata  Computing editor Which?, Kate Bevan. 

Dilansir dari Gizchina, temuan ini membuat Which?menuding Google gagal memberikan jaminan keamanan jangka panjang bagi para penggunanya. Which? meminta Google untuk memberikan transparansi yang lebih jauh tentang berapa lama pembaruan untuk ponsel.

"Google dan produsen ponsel perlu menjelaskan tentang pembaruan keamanan  dengan informasi yang jelas tentang berapa lama mereka mendapat pembaruan keamanan dan apa yang harus dilakukan pelanggan ketika tak lagi mendapat pembaruan keamanan," ujar Kate.

[Gambas:Video CNN]

(jnp/eks)