Aplikasi VPN yang Diam-diam Koleksi Data Pengguna Terkuak

CNN Indonesia | Selasa, 10/03/2020 10:20 WIB
Ada 4 aplikasi VPN dan pemblokir iklan besutan perusahaan analitik Sensor Tower yang terungkap diam-diam mengoleksi data pengguna. Ilustrasi. (YashilG/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aplikasi VPN dan pemblokir iklan besutan Sensor Tower ketahuan diam-diam mengoleksi data pengguna Android dan iOS.

Empat aplikasi VPN dan pemblokir iklan itu yakni Free and Unlimited VPN, Luna VPN, Mobile Data, dan Adblock Focus baru saja tersedia di Google Play Store. Adblock Focus dan Luna VPN hanya ada di App Store Apple.

Keempat aplikasi tersebut mengirimkan data-data yang dikumpulkan dari pengguna ke Sensor Tower. Namun, Sensor Tower membantah memiliki hubungan dengan aplikasi-aplikasi tersebut.

Sensor Tower sendiri adalah perusahaan yang menyediakan layanan analitik. Analisa yang disajikan perusahaan ini didapat dari data yang dikumpulkan dari pengunduhan dan penggunaan aplikasi. Data analitik ini ditujukan bagi para pengembang aplikasi.


Aplikasi ini telah diunduh sebanyak 35 juta kali oleh pengguna iOS dan Android. Sejak 2015, Sensor Tower diketahui setidaknya memiliki 20 aplikasi di Android maupun iOS.

Setelah diinstal, aplikasi Sensor Tower akan meminta pengguna untuk menginstal root certificate yang memungkinkan Sensor Tower dapat mengakses semua lalu lintas dan data di ponsel.

Sensor Tower mengatakan bahwa mereka hanya mengumpulkan data penggunaan dan analitik anonim, yang diintegrasikan ke dalam produknya. Platform intelijen aplikasi Sensor Tower digunakan oleh pengembang, pemodal ventura, penerbit, dan lainnya untuk melacak popularitas, tren penggunaan, dan pendapatan aplikasi.

Seorang analis Android dari Malwarebytes, Armando Orozco mengatakan pemberian hak akses root kepada aplikasi membuat pengguna berisiko tinggi mengalami pencurian data.

Head of mobile insights Sensor Tower, Randy Nelson mengatakan  perusahaan tidak mengungkapkan kepemilikan aplikasi karena alasan kompetitif.

Nelson menegaskan aplikasi perusahaan tidak mengumpulkan data sensitif atau informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi.

[Gambas:Video CNN]

"Kami mematuhi pedoman toko aplikasi dengan sangat serius dan melakukan upaya bersama untuk mematuhinya, bersama dengan setiap perubahan pada aturan ini yang terjadi dari waktu ke waktu," kata Nelson.

"Aplikasi kami tidak melacak, meminta, atau menyimpan data pengguna yang sensitif seperti kata sandi, nama pengguna, dll. Dari pengguna atau aplikasi lain pada perangkat pengguna, termasuk browser web," lanjutnya.

Dalam kebanyakan kasus, aplikasi tidak lagi tersedia karena dihapus akibat melanggar kebijakan Google Play store maupun App Store. Selusin aplikasi Sensor Tower sebelumnya dihapus dari iOS App Store karena melakukan pelanggaran, menurut juru bicara Apple.

Setelah dilaporkan oleh BuzzFeed News, Apple menghapus Adblock Focus dan Google menghapus Moblie Data. Selain itu, Apple juga menyebut pihaknya tengah menyelidiki Luna VPN. Apple dan Google terus melakukan penyelidikan atas pengumpulan data ilegal ini. 

Selama ini, Apple dan Google membatasi root certificate karena risiko keamanan bagi pengguna. Aplikasi Sensor Tower melewati mampu mengumpulkan data  dengan meminta pengguna memasang sertifikat melalui situs web eksternal setelah aplikasi diunduh.

Juru bicara Apple mengonfirmasi kalau mereka sebelumnya sudah sempat menghapus puluhan aplikasi Sensor Tower dari App Store. Sebab, aplikasi-aplikasi itu dinilai melanggar aturan toko aplikasi Apple itu, seperti dilansir MacRumors. (jnp/eks)