Fakta Asteroid Raksasa yang Lintasi Bumi April 2020

CNN Indonesia | Kamis, 12/03/2020 10:13 WIB
Fakta Asteroid Raksasa yang Lintasi Bumi April 2020 Ilustrasi asteroid. (AFP PHOTO / NASA / NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika (NASA) melalui NASA's Center for Near Earth Studies (NEA) menyebut sebuah asteroid seukuran bukit bakal melintasi bumi pada 29 April 2020.

Asteroid itu diberi nama 1998 OR2 dan akan melewati Bumi pada jarak 4 juta mil atau 6 juta km. Sementara panjang asteroid diperkirakan mencapai 2,5 mil atau 4,1 kilometer.

Berikut fakta-fakta terkait asteroid 1998 OR2, seperti dilansir Universe Guide:


1. 1998 OR2 mengorbit di antara Matahari, Mars, dan Jupiter.
2. Asteroid membutuhkan waktu selama 3,7 tahun untuk mengelilingi Matahari.
3. Kecerahan objek mencapai 15,8 magnitudo.
4. Asteroid 1998 OR2 memiliki albedo objek sebanyak 1 (albedo adalah jumlah radiasi yang dipantulkan kembali ke ruang angkasa oleh suatu objek).
5. 1998 OR2 mempunyai garis bujur 27,06365 derajat.
6. Asteroid memiliki besar sudut perihelion sebesar 174,4659 derajat.
7. Sudut anomali rata-rata 264,79582.
8. Bidang orbital 1998 OR2 sebesar 5,87713 derajat.
9. Orbit 1998 OR2 telah diamati sejak 30 Juni 1987 hingga 21 Februari 2020.
10. Simulasi orbit 1998 OR2 bisa diakses lewat https://www.spacereference.org/solar-system#ob=52768-1998-or2 seperti dilansir Space Reference.

NASA Solar System Ambassador Eddie Irizarry mengatakan ada sejumlah cara untuk mengamati 1998 OR2. Jika tak memiliki teleskop, orang-orang bisa memanfaatkan Proyek Teleskop Virtual yang berbasis di Roma karena menyiarkan secara streaming fenomena itu sejak 28 April 2020.

Jika terlewatkan, Irizarry mengatakan asteroid seukuran kota kecil akan kembali melintasi bumi pada 2079. Sedangkan asteroid berukuran yang lebih kecil dapat diamati paling dekat tahun 2024 dan 2027. Pada 2029, mega-asteroid Apophis yang sebenarnya sedikit lebih kecil dari 1998 OR2 juga akan melintas lebih dekat.

[Gambas:Video CNN]

Melansir Earth Sky, pendekatan terdekat 1998 OR2  pada 29 April sekitar pukul 5:56 pagi Waktu Siang Timur (09:56 UTC). Tidak ada peluang tabrakan antara asteroid itu dengan Bumi. Sebab, asteroid (52768) 1998 OR2 berada sekitar 16 kali jarak Bumi-bulan.

Para astronom di Arecibo Observatory di Puerto Rico berencana mempelajari asteroid (52768) 1998 OR2 mulai 8-24 April 2020, ketika batuan antariksa itu bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan 19.461 mil per jam (31.320 km / jam).

(din/DAL)