LAPAN Bicara Soal 2 Asteroid yang Melintas April dan Mei 2020

CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 11:13 WIB
LAPAN Bicara Soal 2 Asteroid yang Melintas April dan Mei 2020 Ilustrasi asteroid melintasi bumi. (Foto: iStockphoto/dzika_mrowka)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan terdapat dua asteroid yang akan melintas dekat Bumi pada April dan Mei 2020.

Asteroid terbesar dengan lintasan paling dekat dengan Bumi adalah 52768 (1998 OR2). Asteroid ini berdiameter sekitar 2,5 mil atau sekitar 4,1 kilometer.

Jarak terdekat asteroid ini dengan Bumi bakal terjadi pada 29 April 2020. Saat itu, jarak asteroid itu dengan Bumi adalah 2,3 juta km.


"Jarak minimum orbit atau lintasan asteroid 1998 OR2 dan orbit Bumi adalah 2,3 juta km atau enam kali jarak Bumi-Bulan," kata Rhorom.
Menurut NASA asteroid ini akan mendekat dengan kecepatan 31, 32 kilometer per jam. Dengan kecepatan ini, pengamat bisa melihat asteroid itu tengah bergerak lambat di langit. Penduduk Bumi bisa mengamati asteroid tersebut melintas menggunakan teleskop.

Asteroid lain yang melintas dengan Bumi adalah 388945 (2008 TZ3). Asteroid berdiameter sekitar 350 meter ini akan melintas dengan jarak minimum 7,3 kali jarak Bumi-Matahari (2,8 juta km). LAPAN menegaskan kedua asteroid ini tak akan menabrak Bumi karena berjarak sangat jauh dari Bumi.

Gerak asteroid sulit diprediksi

Asteroid, serupa dengan Bumi, Komet, dan benda langit lain, memiliki lintasan atau orbit. Sesuai dengan hukum Kepler tentang gerak planet, orbit ini berbentuk elips. Asteroid-asteroid yang melintas dekat Bumi ini menurut Rhorom juga bergerak mengitari Matahari.

Lebih lanjut, Rhorom perkiraan suatu tumbukan asteroid dengan Bumi sulit diprediksi. Sebab, lintasan asteroid tidak stabil. Lintasan asteroid ini kerap berubah akibat gravitasi planet dan benda langit lain. Oleh karena itu lintasan asteroid akan terus berubah bentuk.

"Lintasan benda kecil ini akan berubah seiring waktu akibat gangguan gravitasi yang ditimbulkan oleh benda lain, terutama planet," kata Rhorom saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (12/3).

Namun, perubahan lintasan orbit asteroid ini menurutnya bisa terjadi dalam rentang waktu panjang hingga ribuan tahun.

Astronom menyebut benda langit seperti ini memiliki kesempatan menghantam Bumi dengan perbandingan 1:50 ribu setiap 100 tahun.

Asteroid kerap hantam Bumi

Namun, sebenarnya peristiwa asteroid yang masuk ke Bumi bukan peristiwa aneh. Dalam 20 tahun terakhir, sensor radar pemerintah Amerika Serikat setidaknya telah mendeteksi hampir 600 asteroid.

Namun, asteroid-asteroid ini berukuran sangat kecil, hanya beberapa meter saja. Saat memasuki atmosfer Bumi asteroid ini terbakar sehingga menciptakan bolide atau fireball.

[Gambas:Video CNN]

LAPAN mengatakan steroid sesatan (stray asteroid) maupun pecahan dari tabrakan asteroid lebih awal telah menabrak Bumi di masa silam. Tabrakan Asteroid ini  berperan penting dalam evolusi planet Bumi.

Tapi, lain cerita jika ada asteroid berukuran besar yang memasuki atmosfer Bumi. Astronom dari Planetary Society memperkirakan asteroid besar yang masuk ke Bumi bakal membuat kawah dengan diameter lebih dari 10 kilometer atau lebih.

Jika ukuran asteroid itu lebih dari 1 kilometer saat menghantam Bumi, kemungkinan bakal memberikan bencana global, seperti dikutip Express. (jnp/eks)