Heboh Corona, Harga Hand Sanitizer Meroket di Ecommerce

din, CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2020 14:35 WIB
Heboh Corona, Harga Hand Sanitizer Meroket di Ecommerce Harga hand sanitizer melonjak dua hingga tiga kali lipat di ecommerce sejak isu virus corona (Istockphoto/nito100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga cairan hand sanitizer meroket dua hingga tiga kali lipat di ecommerce di Indonesia. Lonjakan harga gila-gilaan terutama terjadi pada 2, 10, dan 11 Maret lalu setelah isu virus corona SARS-COV-2 masuk ke Indonesia.

Pada 2 Maret, Presiden Joko Widodo pertama kali mengumumkan kasus virus corona SARS-COV-2 yang menginfeksi warga Indonesia. Sementara pada 10 Maret, pemerintah mengumumkan kasus kematian pertama akibat virus corona SARS-COV-2 di Indonesia.

Hal ini dikeluhkan oleh Rika Hasanah, seorang ibu rumah tangga. Menurutnya ia biasa membeli cairan pembersih tangan tersebut di harga Rp15 ribu-20 ribu. Namun, sekarang hand sanitizer itu dijual di kisaran Rp40 ribu ke atas.

"Harga produk-produk Hand Sanitizer juga mengalami kenaikan dengan rata-rata menjadi Rp46.404 ribu di Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak sejak tanggal 2 Maret 2020 dan kembali lagi meroket harganya dengan puncak kenaikan pada 11 Maret yaitu menjadi Rp60.570," tulis Telunjuk.com pada rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (12/3).


Bahkan ketika penjual Lazada sempat melakukan flash sale hand sanitizer,Rabu (11/3), harganya tetap di atas harga normal. Saat ikut flash sale, pedagang di layanan marketplace itu pun tetap memberikan harga di atas harga normal. Saat itu hand sanitizer merek Primo 60 ml dijual Rp30 ribu.

"Saya sudah sering beli hand sanitizer sebelum ada corona...harga normal Rp15 ribu. Tapi ini ditulis Rp50 ribu dan didiskon jadi Rp30 ribu. Tetep aja harganya lebih mahal," tuturnya saat dihubungi via telepon, Jumat (13/3).

Selain itu, menurut Jonathan sebelum isu virus corona di Indonesia, ia membeli cairan pembersih tangan Nikitashi 60 ml di kisaran harga Rp20ribuan di toko ritel. Beberapa penjual ecommerce kini menjual dengan harga lebih murah, namun sebagian lainnya masih menetapkan harga lebih tinggi untuk merek ini.

Keluhan juga dilayangkan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Menurut Rio Priyambodo, Bidang Pengaduan YLKI, warga mengeluhkan kesulitan untuk mendapat masker dan hand sanitizer.

"Bersama ini saya sampaikan bahwa sulit sekali untuk mendapatkan masker dan hand sanitizer di pasaran. Beberapa online shop menjual dengan harga yang tidak rasional," jelas Rio saat menunjukkan salah satu keluhan konsumen yang masuk ke YLKI, Jumat (13/3).

Berdasarkan data yang dihimpun Telunjuk.com dari Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak, harga hand sanitizer ukuran 500 mililiter naik dari Rp24 ribu menjadi Rp46 ribu pada 2 Maret. Telunjuk sendiri adalah situs yang merangkum produk jualan dari berbagai ecommerce di Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

Harga kembali melonjak hingga Rp53 ribu pada 10 Maret. Sehari kemudian, pada 11 Maret, harga makin melonjak ke angka Rp60 ribu.

Meski harga melonjak, namun volume penjualan produk ini masih tetap tinggi. Pada 2 Maret, total penjualan mencapai 1.613 produk dengan total transaksi Rp159.560.430 juta.

Selain itu, Telunjuk.com juga mencatat produk hand sanitizer mana saja yang paling laris yaitu Aseptic Gel OneMed 500ml, Softa-Man Braun Hand Sanitizer 500ml, dan Brata Med Hand Sanitizer 500ml.


(eks/eks)