3 Hari WFH, Order Ojol Disebut Turun Hingga 40 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 18:06 WIB
3 Hari WFH, Order Ojol Disebut Turun Hingga 40 Persen Ilustrasi ojek online. (CNN Indonesia/Daniela Dinda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (15/3) terkait bekerja, belajar, hingga beribadah dari rumah demi menekan penularan virus corona (Covid-19) berdampak negatif ke usaha jasa pelayanan masyarakat, salah satunya ojek online (ojol). 

Komunitas pekerja ojol Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menyatakan penggunaan ojol menurun selama tiga hari setelah imbauan Jokowi. Penurunan itu spesifik pada jasa antar penumpang sebab mulai banyak kantor yang memberlakukan Work From Home (WFH) dan sekolah serta universitas memberlakukan belajar tanpa tatap muka.


"Order mulai sepi, terjadi penurunan pengguna ojol karena sebagian besar pengguna ojol adalah pekerja dan anak sekolah yang sekarang bekerja serta belajar dari rumah," kata Ketua Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono melalui pesan singkat, Rabu (18/3).


Igun bilang perkiraan penurunan penggunaan ojol untuk jasa antar penumpang anjlok hingga 30-40 persen dari biasanya.

"Jadi parameter tersebut buat wilayah operasional di Jabodetabek," kata Igun.

Igun menyampaikan karena pengguna ojol turun secara signifikan, pengemudi banyak yang mencari alternatif dengan mengoptimalkan layanan pesan antar makanan dan barang.

"Layanan-layanan non penumpang saat ini mulai naik tren order-nya, walau belum signifikan," kata dia.

Igun menambahkan pengemudi ojol yang biasanya mangkal di area stasiun dan perkantoran, kini lebih memilih menunggu pesanan di dekat pusat kuliner untuk memperbanyak order layanan makanan.

"Banyak juga pengemudi mencari order di pusat-pusat perniagaan untuk mendapat order pengiriman barang terbatas," kata Igun.

Sebagai informasi kasus Covid-19 meningkat cukup tajam di Indonesia. Berdasarkan data yang diumumkan pemerintah, per hari ini 18 Maret 2020 jumlah kasus positif mencapai 227 orang dengan korban meninggal 19 orang.

CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi Grab Indonesia dan Gojek terkait penurunan jasa antar penumpang dan kenaikan pada sektor pesan makanan, namun belum mendapat jawaban. (ryh/fea)