Penjual Mobil Respons Imbauan Wapres untuk Tak Mudik

CNN Indonesia | Sabtu, 21/03/2020 18:03 WIB
Lebaran biasanya jadi salah satu masa emas buat merek otomotif menjual lebih banyak mobil, namun hal itu diprediksi tak kejadian usai imbauan jangan mudik. Kendaraan pemudik memadati pintu gerbang tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebisnis industri otomotif di dalam negeri bersikap rela bila penjualan mobil pada masa Lebaran pada tahun ini tak gemilang seperti biasanya. Penjualan mobil pada momen Lebaran diprediksi turun sebab Wakil Presiden Ma'ruf Amin sudah mengimbau warga jangan mudik guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Lebaran pada umumnya jadi momen di mana penjualan mobil terkerek naik karena minat beli meningkat yang disebabkan antara lain bertambahnya pendapatan sebab Tunjangan Hari Raya (THR) dan kebutuhan kendaraan buat mudik.

Pada Februari penjualan mobil di Indonesia terpantau turun dari level 80 ribuan. Minat beli juga diproyeksi terus melandai pada Maret usai pemerintah menyarankan warga beraktivitas dari rumah dan mencabut izin keramaian


Kemudian imbauan wapres soal jangan mudik diduga bakal bikin penjualan mobil makin lemas pada bulan berikutnya, termasuk pada Lebaran yang ditetapkan pada 24-25 Mei.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan mendukung kebijakan pemerintah. Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi bilang bisnis bukan lagi prioritas pada masa wabah Covid-19, melainkan kesehatan dan keamanan masyarakat.

"Misal mudik dianjurkan kemudian pada sakit kan jadi tidak karuan semua. Jadi saya rasa itu dan menurut saya pribadi pemerintah pasti akan melalukan sesuatu untuk masyarakat," kata Nangoi melalui telepon, Jumat (20/3).

Nangoi juga berpendapat apa yang disampaikan pemerintah pasti sudah berdasarkan kajian matang-matang.

"Masalahnya bisnis ekonomi sekarang jadi nomor dua lah buat kami, keselamatan dan kesehatan dulu lah sekarang. Jadi kalau itu ya kami dukung tentunya," ucap dia.


[Gambas:Video CNN]

Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi berpendapat seperti Nangoi. Menurut dia, menilai kondisi yang terjadi sekarang membuat produsen tidak bisa melulu memikirkan bisnis.

Anton mengatakan perusahaannya bakal mengamati dampak pasar otomotif Tanah Air imbas dari larangan mudik itu.

"Pertama, pastinya keselamatan dan kesehatan yang penting. Dan kami follow arahan pemerintah. Dan kami harus lihat bagaimana dampaknya ke pasar," kata Anton.

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menambahkan, jika tujuan anjuran tersebut agar wabah Covid-19 tidak semakin meluas, tentu perusahaan mendorong hal tersebut.

"Yang harus kita jaga itu supaya tidak banyak yang terjangkit. Yang sudah terjangkit bisa sembuh, sehingga bisa beroperasi normal. Saat ini fokus kami supaya karyawan bisa sehat," kata Amelia.

Dalam keterangannya, Ma'ruf mengimbau masyarakat tak mudik saat libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah, 24-25 Mei 2020. Pemerintah juga telah menetapkan tanggap darurat Covid-19 sampai 29 Mei 2020.

"Menurut saya saat ini menjaga diri itu lebih dianjurkan, silaturahmi [mudik lebaran] itu baik tapi menjaga diri jangan sampai berbuat sesuatu yang merugikan itu lebih baik," kata Ma'ruf dalam keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (19/3).

Kata Para Penjual Mobil Tanggapi Imbauan Wapres Jangan MudikInfografis Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)
(ryh/fea)