Ahli: Rantai Penularan Covid-19 Cepat, Sulit Dihentikan

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 12:46 WIB
Ahli: Rantai Penularan Covid-19 Cepat, Sulit Dihentikan Ilustrasi virus corona. (ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti penyakit menular di The University of Texas menyatakan waktu antara kasus dalam rantai penularan virus corona Covid-19 cukup cepat, yakni kurang dari satu minggu. Peneliti juga menemukan bahwa lebih dari 10 persen pasien terinfeksi corona disebabkan oleh seseorang yang memiliki virus tetapi belum memiliki gejala.
 
Peneliti mengatakan temuan itu dapat membantu petugas kesehatan masyarakat dalam upaya mereka mengendalikan penyebaran Covid-19. Temuan itu berdasarkan dari penghitungan interval serial virus.
 
Melansir Science Daily, para ilmuwan melihat waktu yang diperlukan bagi gejala Covid-19 muncul pada dua orang terinfeksi Covid-19, yakni orang yang menginfeksi orang lain dan orang kedua yang terinfeksi untuk menghitung interval serial.
 
Para peneliti menemukan bahwa interval serial rata-rata untuk virus corona baru adalah sekitar empat hari. Hasil penelitian itu juga merupakan studi pertama yang memperkirakan tingkat penularan tanpa gejala.

Peneliti mengatakan kecepatan epidemi tergantung pada dua hal, yakni berapa banyak orang yang terinfeksi dari satu kasus dan berapa lama infeksi antar orang menyebar. Kuantitas pertama disebut nomor reproduksi. Sedangkan yang kedua adalah interval serial.
 
Menurut peneliti, interval serial Covid-19 yang pendek berarti wabah yang muncul akan tumbuh dengan cepat dan bisa sulit untuk dihentikan.
 
"Data menunjukkan bahwa virus corona ini dapat menyebar seperti flu. Itu berarti kita perlu bergerak cepat dan agresif untuk mengekang ancaman yang muncul," ujar Lauren Ancel Meyers, seorang profesor biologi integratif di UT Austin.
 
Dalam penelitian itu, Meyers dan timnya memeriksa lebih dari 450 laporan kasus infeksi yang terdapat di 93 kota di China. Hasilnya, mereka menemukan bukti terkuat bahwa orang tanpa gejala telah menularkan virus, yang dikenal sebagai penularan pra-gejala.

[Gambas:Video CNN]


Menurut laporan media setempat, 1 dari 10 yang terinfeksi Covid-19 berasal dari orang yang memiliki virus tetapi belum merasa sakit.
 
Melansir Stat News, ilmuwan di Berlin dan Munich mengatakan orang yang terkena virus corona baru memiliki jumlah virus yang sangat tinggi sejak awal infeksi. Hal itu membuat proses penularan Covid-19 berlangsung dengan sangat cepat.
 
Para peneliti memantau pelepasan virus dari sembilan orang yang terinfeksi virus. Selain tes mencari fragmen RNA virus, mereka juga mencoba menumbuhkan virus dari dahak, darah, urine, dan sampel tinja yang diambil dari pasien.
 
Pengujian dengan menumbuhkan virus diklaim sangat penting dalam upaya untuk menentukan bagaimana orang saling menginfeksi dan berapa lama orang yang terinfeksi berisiko terhadap orang lain.

(jps/DAL)