Seminggu di Rumah Imbas Corona, Opsel Banjir Konsumsi Kuota

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 02:55 WIB
Operator seluler RI mencatat lonjakan lalu lintas (trafik) data imbas bekerja dan belajar dari rumah (Work from Home/WFH) usai corona. Ilustrasi kerja dari rumah imbas virus corona. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Operator seluler Telkomsel, XL Axiata dan Smartfren mencatat lonjakan lalu lintas (trafik) data sepanjang sepekan penerapan bekerja dan belajar dari rumah (Work from Home/WFH) imbas virus corona.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hartono mengatakan Telkomsel mengalami lonjakan trafik data hingga 7,3 persen sejak pemerintah memberlakukan belajar dan bekerja dari rumah.

"Layanan berbasis data dan digital hingga 7,3 persen dibandingkan periode sebelum diberlakukannya himbauan tersebut. Sedangkan, untuk layanan voice dan SMS cenderung stabil dibandingkan periode yang sama," kata Setyanto dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (23/3).


Telkomsel juga mencatat kenaikan trafik komunikasi layanan berbasis data dan digital yang dikontribusi oleh tumbuhnya layanan sistem belajar berbasis daring (e-learning) yang mencapai 236 persen, games online sebesar 117 persen, aplikasi perpesanan sebesar 19 persen.

Tak hanya itu, layanan digital berbasis cloud storage juga meningkat hingga 18 persen. Cloud storage umumnya juga digunakan sebagai penunjang sistem layanan aplikasi bekerja secara daring.


Terpisah, Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys mengatakan meningkatnya para pekerja yang bekerja dari rumah, pelajar dan mahasiswa belajar dari rumah secara online, maka akan berakibat meningkatnya jumlah akses ke jaringan internet serta naiknya trafik data.

Smartfren terus secara intensif dan real time mengendalikan jaringan internetnya melalui Network Operation Center (NOC) tanpa henti. NOC bisa mengetahui di area mana saja terjadi kenaikan trafik dan memerintahkan tim yang telah disiapkan di lapangan untuk melakukan penanganan.

"Akses layanan data memang sudah meningkat sekitar 10 persen hingga 15 persen dari bulan Februari ke Maret, dan kondisi jaringan Smartfren masih normal. Kapasitas jaringan Smartfren sudah dirancang memadai jika terjadi lonjakan trafik data, juga apabila peningkatan pengguna layanan data terjadi di sejumlah wilayah tertentu," kataa Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys.

[Gambas:Video CNN]

Dihubungi terpisah, Plt. Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan XL mengalami peningkatan trafik data sebesar 15 persen  dibanding hari biasa. Peningkatan ini adalah kenaikan trfik data tertinggi di luar liburan Lebaran dan Natal/ Tahun Baru.

"Pemicunya terutama adalah akses ke layanan data penunjang bekerja dan belajar dari rumah. Selain itu, program dukungan XL Axiata dengan memberikan free 2GB per hari untuk akses ke layanan data tertentu itu juga telah dimanfaatkan secara maksimal oleh pelanggan di berbagai daerah," ujar Gede.

Akses ke aplikasi-aplikasi penunjang kerja dan belajar dari rumah menjadi favorit pelanggan, dengan kenaikan trafik tertinggi sebesar 48 persen. Sementara itu, berdasarkan lokasi, Jabodetabek mencatat kenaikan trafik sebesar enam persen.

Gede mengatakan  akan terus memantau situasi dan kondisi yang ada untuk menyiapkan jaringan lebih lanjut sebagai antisipasi lonjakan trafik data.

Gede menjelaskan XL hingga saat ini belum menambah kapasitas jaringan karena memang sudah dipersiapkan untuk bisa menampung kenaikan trafik hingga dua kali lipat dari trafik hari normal.

"Meski demikian, opsi untuk meningkatkan kapasitas selalu terbuka kapan saja dengan menyesuaikan pada kebutuhan pelanggan," kata Gede.


Selain itu, Gede mengatakan XL Axiata siap menjaga  kualitas jaringan seperti saat menghadapi lonjakan trafik Lebaran. Beberapa langkah di antaranya adalah mengerahkan mobile BTS (MBTS) untuk lokasi-lokasi yang memerlukan.

Layanan data yang paling tinggi kenaikannya berturut-turut menurut jenisnya adalah Ruang Guru 48 persen, Netflix 46 persen, Facebook 11 persen, WhatsApp 10 persen dan Mobile Legend 8 persen.

Khusus aplikasi-aplikasi yang mendukung bekerja dan belajar dari rumah, selain Ruang Guru, kenaikan trafik yang tinggi juga terjadi pada Google Classroom 2,3 persen, Brainly 84 persen, Zenius 54 persen, dan Udemy 44 persen.

Lebih lanjut menurut Gede, kenaikan traffic tertinggi dimulai pada jam 09.00 WIB sampai 12.00 WIB.

"WFH (bekerja dari rumah) baru satu minggu diberlakukan. Kenaikan traffic data secara nasional naik 10-15 persen, dengan kenaikan waktu tertinggi 09.00 WIB sampai 12.00 WIB," kata.

Lalu untuk layanan voice (suara), kenaikan trafik sebesar 2 persen sementara SMS 3 persen.

(jnp/DAL)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK