Virus Bermutasi, Alat Deteksi Corona Khusus Warga RI Mendesak

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 14:41 WIB
Virus Bermutasi, Alat Deteksi Corona Khusus Warga RI Mendesak Ilustrasi virus corona. (AP/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan Indonesia perlu memiliki perangkat deteksi virus corona buatan lokal yang spesifik untuk orang Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Virus cenderung cepat bermutasi, hasil mutasi berbeda-beda di setiap negara. Hal inilah yang menjadi tantangan dalam pengembangan Rapid Diagnostic Test (RDT) Kit (perangkat diagnostik cepat). Selain cepat, RDT Kit juga harus sesuai, sensitif dan spesifik," kata Kepala BPPT Hammam Riza dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).

Untuk itu, Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas (Task Force) Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) akan mengembangkan kit deteksi virus Corona spesifik untuk orang Indonesia melalui sampel dari orang Indonesia yang menderita Covid-19 di bawah koordinasi BPPT.


Perangkat uji diagnostik cepat (RDT kit) itu akan dikembangkan dengan memanfaatkan strain virus yang berasal dari orang Indonesia yang terinfeksi Covid-19 dengan status transmisi virus bersifat lokal.

"Rencana aksi pengembangan kit deteksi Covid-19 menjadi prioritas pertama untuk segera dilaksanakan," ujar Hammam.
Perangkat tersebut akan bermanfaat untuk percepatan screening pada pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) dalam rangka mengendalikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Terkait perangkat deteksi virus Corona buatan luar, Hammam menuturkan penting dipastikan kesesuaian perangkat itu dengan kondisi wabah di dalam negeri.

Hammam mengatakan perlu dilakukan technology clearing untuk memastikan bahwa produk-produk untuk deteksi Covid-19 yang didatangkan dari luar itu memenuhi persyaratan teknis dan sesuai dengan kondisi wabah di Indonesia.

Selain melakukan akselerasi dalam pengembangan perangkat RDT untuk mendeteksi Covid-19, TFRIC19 juga akan memperkuat laboratorium uji dalam kapasitas melakukan analisis gold standard PCR (polymerase chain reaction) berbasiskan data kondisi virus Indonesia saat ini.

[Gambas:Video CNN]

Dalam melakukan kegiatannya, TFRIC19 berencana menggunakan whole genome sequencing untuk keperluan pembuatan vaksin, deteksi dan epidemiologi Covid-19 Indonesia.

Uji diagnostik non PCR (non PCR diagnostic test) yang akan dikembangkan yaitu uji diagnostik cepat (rapid diagnostic test) berbasis antibodi Immunoglobulin G (IgG)/Immunoglobulin M (IgM) dan uji deteksi cepat berbasis antigen. Keduanya akan dikembangkan menggunakan virus yang ada di Indonesia.

"RDT kit yang dikembangkan secara lokal ini sangat penting karena menggunakan sampel penderita di dalam negeri. Kami kembangkan kit ini dalam bentuk dipstick dan micro chip," tutur Hammam.

Kembangkan Teknologi AI untuk Corona

TFRIC19 juga akan mengembangkan sistem deteksi dini Covid-19 berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan memanfaatkan data X-Ray dan CT-Scan dari pasien positif dan negatif Covid-19.

"Berdasarkan data X-Ray dan CT-Scan dari pasien yang positif dan negatif Covid-19, akan dibangun model artificial intelligence yang selanjutnya dapat digunakan untuk membantu deteksi dini pasien," kata Hammam.

Terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk penanganan Covid-19, sub-tim Artificial Intelligence dari gugus tugas itu akan mendayagunakan kecerdasan buatan dengan model machine learning dan teknik terbaru deep learning untuk membangun model deteksinya, dengan validasi dari radiolog dan dokter terkait.

"Kami harap sistem yang dikembangkan ini akan melengkapi atau bersifat komplemen terhadap pengujian berbasis PCR, maupun whole genome sequencing COVID-19 Indonesia," ujar Hammam.

Gugus Tugas (Task Force) Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 terdiri dari berbagai institusi yang mencakup perwakilan dari institusi penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, industri, rumah sakit, dan juga start-up Nusantara Genetics dan Healtech.id.

(dal/DAL)