Proyek bernama 3DCrowdUK, itu diluncurkan setelah para institusi medis meneriakkan kekhawatiran bakal langkanya persediaan karena penutupan sejumlah perusahaan penyuplai akibat wabah virus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan masker itu mudah dibuat dengan mesin pencetak tiga dimensi tersebut. Setelah printer 3D membuat lingkaran, sebuah plastik film ditempatkan di depannya dan karet elastis di bagian belakang untuk menjaganya tetap di sana.
"Ini sangat cepat, efektif untuk mendapatkan perlengkapan perlindungan di tangan-tangan pekerja NHS kami," sambungnya.
"Saat ini membutuhkan dua jam untuk mencetak satu, tapi saya harap bisa menguranginya di mana sekarang desainnya sedang disempurnakan," kata dia.
Stewart mengatakan sejauh ini dirinya sudah mencetak setidaknya lima masker dan mengirimnya ke rumah sakit Belford.
Desain masker itu sendiri disuplai Josef Prusa, seorang pencetak 3D yang berbasis di Republik Ceko.
Lee Delisle mengatakan para relawan memenuhi sendiri kebutuhan materi untuk mencetak masker, tapi mereka juga membuka ruang donasi publik agar alat perlindungan itu lebih banyak diproduksi dan dikirim ke rumah-rumah sakit di Inggris Raya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, per Sabtu (28/3) pagi waktu setempat jumlah kematian akibat virus corona (Covid-19) di Inggris Raya telah melewati angka 1000 jiwa.
Seperti dilansir AFP, terjadi lonjakan kematian sebanyak 260 dalam sehari per akhir pekan ini. Data kementerian Kesehatan Inggris menunjukkan data terakhir pada Jumat sudah ada 759 kematian.
Hingga hari ini di Inggris sudah 120.776 yang menjalani tes Covid-19, dan 17.089 di antaranya terkonfirmasi positif terinfeksi.