Drone memiliki sensor khusus yang mampu mencari orang yang terjangkit corona di tengah keramaian. Drone pandemi ini mampu memonitor suhu, detak jantung, dan frekuensi pernapasan. Drone itu bahkan disebut dapat mendeteksi bersin dan batuk.
Teknologi ini awalnya diluncurkan pada 2017 oleh Ketua Pertahanan Sistem Sensor Profesor Javaan Chahl, Ali Al-Naji, dan Asanka Perera. Saat itu mereka mereka menunjukkan kemampuan drone untuk mengukur tingkat jantung dan pernapasan, menganalisis gerakan manusia untuk mendeteksi batuk dan bersin pada jarak hingga 10 meter dengan menggunakan video.
Dilansir dari situs resmi UniSA, Chahl mengatakan bahwa tingkat deteksi tidak sempurna, tetapi ini adalah alat praktis untuk melihat apakah ada penyakit di tengah keramaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari New Atlas, salah satu masalah utama dalam mengendalikan pandemi seperti virus Covid-19 adalah mencari tahu siapa yang terinfeksi dan seberapa luas penyakit itu.
Salah satu cara untuk melakukan ini adalah melakukan tes corona untuk adalah mencari orang yang terjangkit corona. Akan tetapi tes ini dianggap tidak praktis karena sampel yang diambil sangat banyak. Oleh karena itu, Chahl memilih untuk melakukan tes dengan menggunakan penginderaan jauh dan algoritme komputer.
[Gambas:Video CNN]
(jnp/eks)