Benelli-Viar Mulai Pangkas Produksi Motor Imbas Corona di RI

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 07:14 WIB
Benelli dan Viar merupakan dua produsen motor di dalam negeri yang mulai merasakan imbas negatif penyebaran virus corona. Benelli resmi memperkenalkan tiga motor besarnya secara global perdana di Nusa Dua, Bali, pada Sabtu (20/10). (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen sepeda motor di Indonesia mulai menyesuaikan produksi harian dengan penyusutan pembelian unit baru imbas meluasnya wabah virus corona (Covid-19). Hal itu sudah dilakukan oleh produsen asal China, Benelli, dan produsen lokal, Viar.

Direktur Benelli Motor Indonesia (BMI) Steven Kentjana Putra mengatakan produksi motor Benelli di pabrik di Gunung Putri, Jawa Barat sudah berkurang setengah.

Sebelum Covid-19 meluas pabrik Benelli dikatakan memberlakukan sistem kerja karyawan dua shift per hari, namun kini hanya satu shift. Produksi menggunakan dua shift menghasilkan 80 unit motor per hari.


"Sekarang sudah satu shift, ini sebagai sosial distancing juga kami," kata Steven saat dihubungi, Rabu (1/4).

Steven mengatakan permintaan motor Benelli juga terasa anjlok sejak awal Maret atau saat pemerintah menyatakan pasien pertama positif Covid-19. Kata dia penurunan permintaan mencapai 40 persen dari biasanya.

"Permintaan drop, hampir 40 persen," kata dia.

Benelli merupakan merek asal Italia yang saat ini statusnya dimiliki perusahaan asal China, Zhejiang Qianjiang Motorcycle Group, bagian dari grup Geely (Zhejiang Geely Holding Group). Prinsipal dan pusat pabrik Benelli berlokasi di Wenling, China.

Benelli dan Viar Mulai Pangkas Produksi Motor Imbas CoronaSetelah dua tahun mengaspal, Triangle Motorindo sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Viar di Indonesia menyegarkan skuter listrik Q1. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Viar

Produsen motor lain di dalam negeri yang kena imbas Covid-19 adalah Viar. Marketing Communication Triangle Motorindo Franky menjelaskan produksi motor Viar di pabrik di Semarang, Jawa Tengah juga mulai dikurangi.

Pabrik Viar mempunyai kapasitas produksi per hari 1.000 unit jika dioperasikan secara penuh. Menurut Franky perusahaan mau tidak mau harus menerima dan memaklumi kondisi yang disebabkan penyebaran Covid-19.

"Ya mau tidak mau, konsentrasi orang juga saat ini bukan lagi kepada membeli kendaraan," kata dia.

Frangky tak dapat menyebutkan persentase penurunan produksi di pabrik saat ini. Seperti diketahui pabrik Viar menghasilkan motor konvensional dan motor listrik Q1.

"Karena kami sejak awal-awal tahun mulai corona produksi terus digenjot. Jadi bagaimana juga stok ini aman walau produksi berkurang," ucapnya. (ryh/fea)