Israel Gandeng Peretas untuk Lacak Warga Putus Corona

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 10:35 WIB
Perusahaan NSO Group yang sebelumnya pernah membobol akun Whatsapp kini digunakan Israel untuk sadap ponsel warga putus penularan corona. Ilustrasi mata-mata siber. (Istockphoto/ South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Israel menggandeng perusahaan teknologi NSO Group untuk membuat perangkat lunak yang difungsikan untuk menyadap ponsel warga sipil Israel, demi melacak penyebaran virus corona SARS-Cov-2.

NSO Group juga diketahui merupakan kelompok siber andalan Israel untuk meretas ribuan orang yang berada di dunia maya dan belakangan berhasil membobol akun Whatsapp lewat spayware pegasus.

Nantinya, perangkat lunak buatan NSO itu memungkinkan untuk melacak setiap langkah masyarakat Israel dan menganalisis apakah mereka pernah ke lokasi di mana pasien positif corona sempat bertandang.


Jika ada masyarakat Israel pernah berkontakan langsung dengan pasien positif, maka ini bakal membantu pemerintah untuk menganalisis lebih lanjut.

Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett dilansir dari laman berita lokal Time of Israel menyebut pihaknya bakal memberikan sistem perangkat lunak yang diberi nama Unit 8200 kepada NSO.

Data ponsel warga sipil Israel bakal dihimpun oleh layanan keamanan setempat yakni Shin Bet dan juga dikoordinasikan dan Kementerian Kesehatan Israel.

Data-data tersebut berisi rekam medis pribadi dan lokasi tempat tinggal. Proposal soal alat pelacak ini akan dibahas dalam pertemuan The Knesset Subcommittee for Secret Services.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, seperti dilansir Tech Spot, pemerintah Israel enggan menyebutkan agen keamanan internal mana yang bertugas untuk menyadap warga sipil mereka.

Sebab, NSO Group memiliki rekam jejak yang cukup kontroversial karena dilaporkan sempat menyadap ponsel jurnalis Jamal Khashoggi dan akhirnya terbunuh karena gemar mengkritik Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (Mbs).

Sebelum memutuskan untuk membuat alat untuk melacak persebaran corona, pemerintah Israel menerapkan kebijakan untuk menekan kasus Covid-19 seperti menetapkan kegiatan pertemuan umum dibatasi hanya 10 orang.

Lalu sejumlah tempat rekreasi bahkan restoran ditutup sementara. Sejumlah transportasi umum di Israel tidak beroperasi pada malam hari dan akhir pekan. Warga juga disarankan untuk berdiam diri di rumah. Jika terpaksa keluar rumah, hanya saat keadaan genting atau dalam keadaan darurat.

(din/DAL)