Tips Teknologi

Cara Atasi HP Cepat Panas Saat Video Call di WA atau Zoom

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 11:06 WIB
Cara Atasi HP Cepat Panas Saat Video Call di WA atau Zoom Ilustrasi video call. (Foto: Getty Images/LeoPatrizi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panggilan video (video call) menjadi fitur yang esensial saat pembatasan aktivitas di luar rumah akibat wabah Covid-19 akibat infeksi virus corona (SARS-CoV-2). Berbagai aplikasi video call populer di antaranya adalah Whatsapp, Skype, Zoom, hingga Google Hangout.

Fitur ini menjadi penting karena penerapan belajar hingga bekerja dari rumah. Video call membuat orang bisa melakukan tatap muka di ruang virtual tanpa harus saling bertemu langsung di dunia nyata. Tak hanya itu video call juga digunakan agar orang-orang bisa 'nongkrong' atau bergaul secara virtual

Akan tetapi, video call mengharuskan pengguna harus membuka aplikasi video call secara terus menerus. Hal ini membuat persentase baterai menurun drastis dan ponsel terasa cepat panas karena aplikasi mengonsumsi daya yang besar.

"Aplikasi video call, kamera, rekam video, memang menggunakan banyak daya, karena mengolah frame yang masif. Semakin tinggi resolusi dan What You See Is What You Get (WYSIWYG), akan semakin besar kinerja diperlukan, sehingga prosesor bekerja lebih berat dan menghasilkan panas," kata pengamat gadget, Lucky Sebastian saat dihubungi, Jumat (3/4).


CNNIndonesia.com merangkum beberapa tips bagi pengguna ponsel agar bisa meminimalisir panas di baterai dan membuat baterai lebih tahan lama saat menggunakan aplikasi video call.

1. Tutup Aplikasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, aplikasi video call menguras baterai ponsel karena digunakan secara terus menerus. Belum lagi aplikasi video call juga mengaktifkan kamera yang membuat baterai harus mengalokasikan daya untuk membuka kamera secara terus menerus.

Oleh karena itu pengguna disarankan untuk menutup berbagai aplikasi yang berjalan di background untuk mengurangi beban baterai. Hal ini membuat daya baterai tak terbagi ke aplikasi yang berjalan dan fokus mengalokasikan daya ke aplikasi video call.

"Ini bisa membantu, karena kalau banyak aplikasi berjalan di background, terutama yang memerlukan koneksi data, maka data yang digunakan akan di share di berbagai aplikasi, sehingga lebih sempit jalur yang digunakan oleh video call," kata Lucky.

2. Sinyal tidak bagus

Buruknya sinyal seluler juga membuat baterai panas karena ponsel akan berusaha mencari sinyal seluler. Pencarian sinyal berlebihan ini membutuhkan konsumsi baterai tambahan.

Oleh karena itu, pengguna disarankan berada di tempat dengan jaringan seluler yang baik. Kalau bisa, pengguna menggunakan jaringan Wifi yang lebih stabil

"Hasil panas ini juga biasanya kalau di video call disebabkan kecepatan yang lambat, sehingga smartphone akan berusaha cari koneksi yang lebih baik. Apalagi kalau menggunakan koneksi seluler, maka dia akan mencoba menjangkau menara BTS yang lebih jauh yang punya koneksi lebih baik, implikasinya akan mengeluarkan banyak daya dan panas," kata Lucky.

3. Layar terlalu terang

Tingkat kecerahan layar menjadi alasan utama yang membuat umur baterai sangat rendah. Layar yang lebih cerah membutuhkan konsumsi baterai yang lebih banyak.

Oleh karena itu saat ponsel terasa mulai panas atau ketika baterai ponsel sudah mau habis, pengguna bisa menurunkan tingkat kecerahan layar.

[Gambas:Video CNN]

4. Ada malfungsi di ponsel

Dilansir dari iKream, ponsel yang panas merupakan tanda adanya bug atau malfungsi perangkat. Oleh karena itu pengguna disarankan untuk rajin melakukan pembaruan untuk menghindari bug. 

"Kalau bug dari firmware, biasanya nanti akan ada update (pembaruan). Dari banyak yang lapor, maka vendor akan mengetahui masalah ini hanya menimpa sebagian orang saja, atau memang global OS," kata Lucky.

Pengguna juga bisa melakukan restart ponsel yang mencakup penutupan aplikasi-aplikasi berjalan di background, membuang sampah cache.

5. Banyak aplikasi berjalan di belakang

Pengguna juga disarankan untuk menghapus aplikasi yang tak terpakai. Penghapusan aplikasi dilakukan untuk menambah penyimpanan internal dan mencegah aplikasi-aplikasi tak terpakai berjalan di background (belakang layar), seperti dikutip dari Pinngle. (jnp/eks)