Kekayaan Pendiri Zoom Naik Rp66 Triliun dalam Tiga Bulan

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 11:02 WIB
Kekayaan Pendiri Zoom Naik Rp66 Triliun dalam Tiga Bulan Ilustrasi (iStockphoto/Ridofranz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kekayaan pendiri dan CEO layanan video call Zoom Eric Yuan dikabarkan meningkat hingga US$4 miliar (Rp66,7 triliun, kurs 1USD=Rp 16,674.75) dalam tiga bulan terakhir sejak pandemi Covid-19 akibat infeksi virus corona melanda.

Kekayaan Yuan menanjak sejak wabah virus corona membuat banyak orang menggunakan aplikasi rapat online Zoom. Kekayaan Yuan meningkat 112 persen menjadi US$7,57 miliar dan menempatkannya di peringkat 192 dari 500 orang terkaya dunia.

Zoom tumbuh secara eksponensial selama pandemi Covid-19 karena sekolah, universitas, dan tempat kerja telah bergeser secara online. Pemerintah di berbagai negara meminta warga untuk menjaga jarak sosial guna memperlambat penyebaran Covid-19.

Melansir Business Insider, nilai saham Zoom telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tiga bulan terakhir. Hal itu mempengaruhi kekayaan Yuan yang diketahui memiliki sama Zoom sebesar 19 persen. 


Eric Yuan (49) diketahui satu-satunya segelintir orang Cina-Amerika yang memimpin perusahaan besar Silicon Valley. Yuan yang lahir di provinsi Shandong, China, memiliki gelar sarjana matematika terapan dan gelar master dalam bidang teknik.

Sebelum mendirikan Zoom, Yuan adalah wakil presiden di perusahaan peralatan telekomunikasi Cisco Systems. Yuan juga bekerja untuk perusahaan konferensi video lain bernama WebEx yang diakuisisi oleh Cisco pada 2007.

Setelah lama berkarir di Cisco, Yuan memutuskan untuk fokus mendirikan aplikasi Zoom. Meski mendapat penolakan dari banyak investor, Zoom akhirnya mampu menjadi salah satu IPO paling sukses tahun 2020. 

Hal itu juga membuat perusahaan bernilai lebih dari Lyft dan Pinterest. Harga saham Zoom naik 72 persen pada hari pertama perdagangannyq.

Saat ini, Zoom bernilai US$35 miliar. Zoom juga memiliki lebih dari 30.000 klien korporat termasuk Samsung, Uber, Walmart, dan Capital One.

Melansir The Guardian, popularitas Zoom baru-baru ini tidak luput dari perhatian investor. Harga sama Zoom melonjak dari di bawah US$70 per saham di bulan Januari, sebelum coronavirus melanda negara-negara barat, menjadi US$150 pada 30 Maret 2020. 

Kenaikan saham itu membuat perusahaan Zoom saat ini bernilai US$42 miliar, lebih besar dari British Airways dan International Consolidated Airlines Group.

[Gambas:Video CNN]


(jps/eks)