Produsen Pasrah Penjualan Mobil 2020 Anjlok 400 Ribu Unit

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 05:40 WIB
Produsen Pasrah Penjualan Mobil 2020 Anjlok 400 Ribu Unit Ilustrasi penjualan mobil. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen otomotif merespons target penjualan mobil tahun 2020 yang direvisi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjadi 600 ribu unit dari sebelumnya 1,05 juta unit.

Ini artinya penjualan mobil nasional berpotensi kehilangan lebih dari 400 ribu unit penjualan hingga akhir 2020 sebab capaian tahun lalu di atas satu juta unit.

Perlu dipahami revisi target terpaksa dilakukan menyikapi pandemi wabah virus corona (Covid-19) di Tanah Air yang meluas. Kini permintaan kendaraan telah menyusut tajam sebab masyarakat lebih mementingkan kebutuhan pokok.

Sebagai informasi target ini juga menumbangkan rekor penjualan mobil nasional selama delapan tahun terakhir. Sejak 2012 anggota Gaikindo berhasil melakukan penjualan di atas satu juta unit per tahun berturut-turut.


Penjualan mobil di bawah satu juta unit terakhir terjadi pada 2011 dengan capaian 896.164 unit, sementara perolehan tahun lalu sebesar 1.030.126 unit.

Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan pihaknya belum dapat berbicara banyak soal revisi target itu. Kata dia perusahaan masih mengkaji dampak penyusutan penjualan produk Suzuki berdasarkan target Gaikindo.

"Secara volume kami masih study, akan seperti apa dampak secara detilnya ke kami," kata Donny melalui pesan singkat, Selasa (7/4).

Di samping itu Donny menuturkan manajemen Suzuki bakal lebih fokus dalam memasarkan kendaraan yang diproduksi lokal. Beberapa mobil Suzuki yang diproduksi di Tanah Air antaranya Ertiga dan Carry.

"Secara produk kami fokus ke produk produksi di sini dan untuk penjualan, kami melakukan pendekatan lebih personal ke pelanggan dan calon konsumen kami baik berupa home test drive, home service dan sebagainya," kata Donny.



'Ikat Pinggang'

Business Innovation and Marketing and Sales Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan menyikapi target baru Gaikindo Honda bakal meningkatkan efisiensi bisnis perusahaan. Detail efisiensi, namun tak diungkap Yusak.

"Pada dasarnya dalam kondisi ini kami berupaya meningkatkan efisiensi bisnis," kata Yusak.

Di samping itu Yusak mengatakan pihaknya bakal terus menjaga stok kendaraan untuk memenuhi kebutuhan penjualan domestik dan ekspor agar tak terganggu.

Honda diketahui menjadi salah satu produsen yang menangguhkan produksinya di Indonesia selama dua pekan mulai 13 April.

"Kami menjaga stok level sehat dan menjaga komunikasi yang erat dengan pelanggan kami dengan menggunakan media massa dan saluran media digital. Kami juga memperkuat home servis bagi pelanggan kami," kata Yusak.


Turun 40 Persen

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan penjualan produk Daihatsu selama 2020 besar kemungkinan menyesuaikan revisi target Gaikindo, yakni berkurang sekitar 40 persen.

"Kalau Gaikindo memperkirakan pasar turun 40 persen pasti kami ikut turun 40an persen," kata Amelia.

Namun, Amelia berpendapat penurunan penjualan mobil nasional per Maret 2020 berdasarkan data Daihatsu masih lebih baik dibanding negara lain yang juga terdampak corona.

"Negara lain seperti Eropa sudah turun 80 persen, kalau kita 20 persen. Tapi April kemungkinan bakal lebih turun karena Samsat banyak tutup" kata Amelia.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]